POJOKSATU.ID – Kasus mencekam yang terjadi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten kian memanas.
Seperti diketahui, puluhan warga dengan aparat kepolisian sempat terlibat bentrok yang nyaris memakan korban jiwa.
Yang mana, hal ini terjadi lantaran Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK 2 tidak beroperasional dengan baik dan merugikan warga setempat.
Kendati demikian, puluhan Korps Brigade Mobil (Brimob) kali ini dikerahkan untuk mengendalikan situasi di kawasan PIK 2.
Sebagaiman dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @neVerAl0nely apda Sabtu (9/11/2024).
Baca Juga: Peduli Pendidikan, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie Tekankan Pentingnya Budi Pekerti dan Proteksi Guru
Dalam unggahannya, akun tersebut membagikan tangkapan layar obrolan chat dengan salah seorang penduduk di Tempat Kejadian Perkara (TKP)
“Puluhan brimob dikerahkan, iring-iringan mobil brimob baru saja tiba untuk menghalau massa,” jelas di postingan.
Tidak hanya itu, beberapa warganet juga turut mengonfirmasi bahwa PSN yang beroperasi di PIK 2 banyak menuai perdebatan.
Diketahui, PIK 2 merupakan PSN yang telah mendapatkan izin operasi dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo pada saat dirinya menjabat.
“Hampir 10 tahun hidup di Dadap, smnjak pengerjaan PIK 2 yg namanya dumptruck tdk pernah berhenti lalu lalang, siang bikin kemacetan, malam ugal-ugalan,” cuit @4kd50512689.
“Di demo berkali2 dgn kasus yg sama, namun selang beberapa minggu kembali beroperasi menyalahi aturan,” lanjutnya.
“Truk di Tangerang emang kacau sudah demo sama rakyat masih lolos, perkara duit jadi lolos tuh truk,” ketik @DMandang9997403.
Lebih lanjut, kasus ini terjadi lantaran adanya sebuah truk proyek yang beroperasi tidak sesuai dengan aturan berlaku.
Alhasil, dari operasional ilegal ini menimbulkan keresahan warga setempat terkait PSN di PIK 2 tersebut.
Tidak hanya itu, truk proyek PIK 2 yang beroperasi ini juga menyebabkan salah seorang bocah terlindas hingga harus dirawat dengan peralatan medis. ***



