POJOKSATU.ID – Baru-baru ini aksi bentrok terjadi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten yang hampir memakan korban jiwa.

Diketahui, aksi pertikaian tersebut terjadi antara warga setempat dengan pihak kepolisian di PIK 2 yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kasus ini turut disoroti eks Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu terkait PSN PIK 2 tersebut.

Yang mana, Said Didu membeberkan fakta sesungguhnya dari PSN PIK 2 yang direstui oleh Presiden ke-7 Joko Widodo.

Baca Juga: Pendaftaran Petugas Haji PPIH Resmi Dibuka! Segera Daftar dan Jadi Bagian dari Pelayanan Jemaah

“Beberapa fakta di PSN PIK-2. Penggusuran paksa dan isolasi terhadap rakyat yg menuntut hak dan keadilan,” ucapnya.

“Tapi sampai saat ini terus berlangsung,” lanjut Said yang dilansir Pojoksatu.id dari akun X miliknya @msaid_didu.

Tidak hanya itu, Said juga menyebutkan bahwa PSN PIK 2 ini dibangun lantaran ingin mengalihkan persoalan yang sedang terjadi.

Eks Sekretaris Kementerian BUMN tersebut menjelaskan adanya proyek pembangunan yang ditutupi oleh pemerintah.

Baca Juga: Beredar Video DEWI PERSSIK Ditangkap Karena NARKOBA, Dewi Tampak Kesal Sampai Bilang Begini

“Pengalihan aset negara (jalan, irigasi, sungai, hutan mangrove, pantai) yg tdk jelas dan luasnya bisa ribuan hektar,” terangnya.

Lebih lanjut, kasus bentrok antara warga dengan pihak kepolisian di kawasan PIK 2 diduga terjadi lantaran adanya korban dari proyek tersebut.

Seperti diketahui, bocah SD berinisial ANP (9) menjadi korban yang terlindas oleh truk proyek PIK 2.

Oleh karena itu, pihak warga setempat yang mengetahui hal tersebut sontak bertikai dengan aparat kepolisian yang tengah bertugas di kawasan tersebut.

Baca Juga: Lebih dari 80 Ton Logistik Aquabike Jetski World Championship 2024 Mulai Berdatangan di Pelabuhan Belawan

“Bentrok warga Tangerang Vs Polisi di kawasan proyek strategis nasional (PIK 2) dipicu tewasnya anak terlindas truk tanah,” dikutip Pojoksatu dari akun X milik @ilhampid.

Namun, beberapa pihak masih menyebutkan bahwa bocah tersebut tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit. ***