POJOKSATU.id, BANJIR bandang terjadi hampir di seluruh Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin, 5 November 2024. Sebanyak 118 warga mengungsi akibat bencana alam yang bermula gegara hujan tujuh jam tanpa henti.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Novian Rahmat mengungkapkan, imbas bencana alam itu ada 60 titik terdampak banjir limpasan, 13 titik tanah longsor, 10 titik pohon tumbang, 5 titik tanggul jebol, dan 2 tembok penahan tanah (TPT) ambruk.

Novian mengatakan banjir tersebut ternyata, selain hujan dengan curah tinggi juga sistem drainase yang buruk dan tersumbat sampah, hingga aliran air tidak lancar.

Baca Juga: Banding Ditolak, Laga PSMS Medan Vs PSKC Cimahi Resmi tanpa Penonton

"Bukan banjir bandang tetapi banjir limpasan karena saluran tersumbat sehingga air tidak mengalir ke sungai. Air melimpas sehingga masuk ke rumah warga," ujar Novian Rahmat dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, seperti dikutip laman RRI, pada Kamis, 7 November 2024.

Novian menjelaskan sebanyak 118 warga yang mengungsi memilih tempat aman, baik ke rumah tetangga, kerabat dan masjid.

Total ada enam rumah rusak berat, 30 unit rumah rusak ringan, satu rumah roboh.

Banjir juga merusak fasilitas umum seperti tiga unit masjid rusak, dua unit sekolah rusak dan dua unit pondok pesantren rusak.

Baca Juga: Ditipu Rekan Bisnis! Seorang Pemuda di Palembang Rugi Rp2 Miliar Gegara Rentalkan 17 Mobil Tapi Malah Digadai

BPBD membantu warga membersihkan rumah dari material lumpur sehingga layak ditinggali. Warga yang mengungsi telah pulang ke rumah masing-masing dan menyisakan 53 orang yang masih bertahan di pengungsian.

Sementara itu, Kelurahan Cikondang menjadi salah satu titik paling parah akibat banjir bandang tersebut.

Satu rumah warga di Kelurahan Cikondang rusak dan lima rumah lainnya terendam dengan jumlah jiwa yang mengungsi sebanyak 63 orang.

Banjir bandang yang melanda Kota Sukabumi ini disebabkan oleh luapan sejumlah sungai akibat curah hujan yang tinggi.

Baca Juga: Kasus Dugaan Tipikor Pengadaan Ambulans di RSUD Ciereng Subang, 3 Hal Penting Menurut Kuasa Hukum Tersangka

Ketinggian banjir beragam bahkan tercatat ada yang mencapai 2 meter.

Banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba membuat warga tak sempat menyelamatkan harta benda.

"Pas dilihat (airnya) sudah nyampe sini. Pasrah saya," kata warga bernama Sofiah.

Setelah banjir surut, wargapun bergotong royong membersihkan sisa material yang terbawa banjir.

Sementara, sejumlah warga tetap berada di pengungsian karena rumahnya masih terendam air. ***