POJOKSATU.id, BANDUNG— Anies Baswedan mengisi kuliah umum di Auditorium Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia (FPBS UPI) Bandung, Rabu (6/11/2024).

Anies Baswedan sempat melontarkan celetuk terkait seseorang yang tak berani mengakui status yang dibuat di media sosial X atau dulunya Twitter.

Anies dalam acara bertajuk 'Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air melalui Pendidikan Bahasa dan Sastra' ini berbicara banyak soal menjaga bahasa Indonesia hingga bertutur di media sosial.

Ia lalu menyinggung soal bagaimana pentingnya menjaga tulisan di media sosial.

Baca Juga: Rapat Perdana dengan Komisi XII Menteri Lingkungan Hidup Beberkan Program 100 Hari Kerja

"Saya lihat di Twitter atau X ya sekarang itu, saya lihat ekspresinya banyak sekali. Bersastralah di situ dan usahakan kalau bersastra di situ tulislah yang baik-baik untuk dilihat di kemudian hari. Kalau Anda bersastra di situ, tapi tidak berani mengakui, nah itu masalah," celetuk Anies sambil tersenyum lebar.

"Hati-hati kedengeran lho. Tapi nggak usah lah, nggak usah hati-hati, jangan ada rasa takut di kampus," katanya diiringi riuh hadirin.

Dia juga berpesan agar semua pihak memberikan perhatian mengenai berbahasa Indonesia untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta atas Indonesia.

Menurut Anies, bahasa Indonesia adalah bahasa yang luar biasa, bahasa yang dapat menyatukan keberagaman.

Kata Anies lagi, kebiasaan kita untuk menggunakan banyak bahasa, tidak ditemukan di bangsa lainnya.

Baca Juga: Resmi Jadi Kepala Otorita IKN di Hari Ulangtahunnya, Tugas Berat Ini yang Menanti Basuki Hadimuljono

Tapi sayangnya, dia melihat kosakata bahasa Indonesia belum kaya karena adanya keterbatasan. Ia menceritakan saat masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, melihat lema dalam KBBI masih jauh dibandingkan dengan lema bahasa negara lain.

"Maka penting untuk membuat bahasa Indonesia jadi relevan terus ke depan. Kalau kita perhatikan, kita ini punya kemampuan memperkaya bahasa dengan menyerap bahasa daerah atau istilah anak muda. Jadi kita harus buka ruang agar bahasa itu berkembang," ujar Anies.

Anies menilai cara untuk mengembangkan bahasa Indonesia adalah dengan membebaskan anak muda menggunakan bahasanya.

Baca Juga: Peserta Seleksi CPNS 2024 Wajib Tahu! Ini Jadwal Penting Setelah Pelaksanaan SKD

Maka ia meminta seluruh anak muda untuk bersastra, membaca, dan menulis apapun medianya. Salah satunya media sosial.

"Jadi perluaslah bacaan, pilih karya sastra apapun sesuai minat Anda. Menulislah karena aktif menulis itu mengharuskan Anda membaca,” katanya.

“Dengan memperkaya kebahasaan, teman-teman punya laboratorium untuk menyelesaikan masalah di Indonesia. Termasuk di lingkungan kampus, kalau negara agak melenceng, peran kampus meluruskan. Kalau negara arahnya agak keliru, maka kampus koreksi dan harus punya nyali," tegas Anies lagi.

Sementara usai acara, saat ditanya awak media soal bahasan politik di Pilgub Jabar, Anies enggan menjawab dan hanya melemparkan senyuman.***