POJOKSATU.id, JAKARTA-- Candra Kusuma anggota DPRD Kabupaten Bogor yang viral di medsos karena menelantarkan anak diminta pulang lebih dulu dari Bimtek di Jakarta dan tidak perlu mengikuti sampai 7 November 2024.
Kasus ini mendapat perhatian dari Wakil Sekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon.
DPC Kabupaten Bogor juga akan membentuk Dewan Etik pengurus selambat-lambatnya dalam tiga hari ke depan.
Melalui akun X miliknya @jansen_jsp, Jansen menyampaikan bahwa terkait maraknya pemberitaan soal Candra Kusuma ST selaku Anggota DPRD kabupaten Bogor Fraksi Demokrat, DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor memahami betul bahwa ini adalah ranah privat.
Baca Juga: Prabowo Subianto Temui Jokowi dan SBY Dalam 2 Hari Berturut-turut, Megawati Kapan?
Tetapi mengingat bahwa Candra kusuma juga sedang mengemban amanah di ranah publik. Maka pada porsi ranah publik inilah, DPC Demokrat Kabupaten Bogor merespon info tersebut dan sudah/akan bergerak cepat melakukan berbagai hal yang dipandang perlu.
"Terkait masalah ini barusan saja aku sudah komunikasi dengan Ketua DPC Demokrat Kab Bogor kang Dede Chandra Sasmita. Kebetulan sejak semalam seluruh Anggota DPRD Demokrat se Indonesia lagi di Bimtek di Jakarta, jadi yang bersangkutan juga ikut Bimtek," jelas Jansen Sitindaon melalui akunnya dilihat Rabu (6/11).
Ia menyampaikan untuk tahap awal yang bersangkutan diminta pulang lebih dulu dari Bimtek dan tidak perlu mengikuti sampai tanggal 7 November 2024.
Jansen melanjutkan masalah ini asal muasalnya dari persoalan keluarga yang kemudian menjadi perhatian publik.
Baca Juga: Anwar Berkeley
"Namun terkait persoalan ini kami @PDemokrat akan responsif dan memberi perhatian. Sambil berjalannya waktu kami akan mendalaminya lebih lanjut. Itu mungkin update yg bisa aku berikan ya. Karena sejak semalam ada ratusan mention ke aku soal ini," tegas Jansen.
Jansen juga mengunggah surat dari Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bogor soal masalah ini.
“Ini update dari kami @pdemokrat utk teman2 semua terkait hal yg sejak semalam sedang viral ya,” kata Jansen dalam narasi unggahan lainnya.
Ada empat poin dari surat Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bogor soal masalah ini. Berikut poin atau isi dari surat itu terkait Candra Kusuma ini.
1.Telah melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan terkait kebenaran info dimaksud. Dan saat di konfirmasi, yang bersangkutan sedang dalam perjalan ke Surabaya untuk menemui dan atau menyelesaikan urusan keluarganya.
Baca Juga: Prediksi Skor Inter Milan vs Arsenal 7 November, Coba Tebak Klub Mana Favorit Menang?
Yang bersangkutan berkomitmen untuk menyelesaikan urusan keluarganya tersebut sesegera mungkin. Dan akan segera melaporkan ke DPC setelah kepulangannya dari surabaya.
2.Sambil menunggu yang bersangkutan kembali ke Bogor, DPC Kabupaten Bogor akan membentuk Dewan Etik pengurus selambat-lambatnya dalam tiga hari ke depan.
3.Dewan Etik akan segera melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan untuk menyampaikan klarifikasi, fakta dan realitas yang terjadi sebenarnya.
4.DPC Demokrat Kabupaten Bogor menyampaikan permohonan maap atas terjadinya ketidaknyamanan di ruang publik, dan berharap semua bijak terlebih dahulu dalam menyikapinya, termasuk tidak menjudge terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.
Bagi kami, selalu ada penjelasan atas suatu persoalan, karena Tabayyun menjadi dasar kami DPC untuk mengambil punishment.
Demikian poin-poin surat dari Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bogor soal Candra Kusuma ini.***




