POJOKSATU.ID – Baru-baru saja terjadi peristiwa mengenaskan di Situs Petta Bulu Matanre, Soppeng, Sulawesi Selatan.

Yang mana, 9 warga Soppeng dinyatakan tewas mengenaskan saat berkunjung ke Situs Petta Bulu Matanre.

Diketahui, para korban yang meninggal dunia ini tewas tertimpa sebuah pohon disertai dengan badai angin kencang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologi kasus ini terjadi saat para warga yang berkunjung sedang berziarah di kawasan tersebut.

Kapolres Soppeng AKBP Muh Yusuf Usman turut mengonfirmasi kejadian ini yang dilansir Pojoksatu.id dari Youtube Metrotv.

Baca Juga: Datangi Rumah Maela Asila, Septi Ariyanti Beberkan Bukti Perselingkuhan dengan Bimo Aryo di Depan Keluarga Sang Pelakor

Yusuf menjelaskan bahwa peristiwa mengenaskan itu terjadi pada siang hari saat para korban tengah berziarah.

Namun, beberapa korban yang berziarah sempat singgah ke sebuah pondok untuk beristirahat.

“Pada saat siang hari, sekitar pukul 12.00 WITA ada sekitar 20 orang lebih dan singgah di pondokan atau rumahan di situs tersebut berada,” jelas Yusuf.

Bukannya menikmati waktu istirahat, para korban justru diterpa musibah saat singgah di sebuah pondok.

Diketahui, beberapa warga yang tengah beristirahat ini tiba-tiba diterpa badai angin yang cukup kencang.

Baca Juga: Inilah Identitas 9 Wisatawan Situs Petta Bulu Soppeng yang Tewas Tertimpa Pohon, Badai Angin Kencang Jadi Penyebab

Alhasil, hal tersebut membuat pohon di sekitar pondok tumbang menimpa para warga yang tengah beristirahat.

Yang mana, 9 dari beberapa warga tersebut dikabarkan tewas usai tertimpa pohon tumbang yang menimpa pondok.

“Tidak lama setelah itu, hujan deras turun diiringi oleh bertiupnya angin yang cukup kencang,” ucap Yusuf.

“Sehingga mengakibatkan pohon tumbang di sekitar pondokan atau rumah tersebut yang menimpa pondok tersebut,” lanjutnya.

“Yang mengakibatkan 9 orang meninggal dunia, dan 8 orang mengalami luka-luka,” imbuhnya.

Kini, beberapa korban yang mengalami luka-luka tengah dirawat dengan peralatan medis di rumah sakit terdekat.

Diketahui, 9 warga yang dikabarkan tewas itu bernama Wa Menneng, Agus, Yangke, St Rabiah, Karyati, Rosmini, Mannuri Lesu Ikada, Nurtasia, dan Asse. ***