POJOKSATU.ID – Puluhan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang berhasil diringkus pihak kepolisian.
Pasalnya, para pegawai yang baru dipimpin oleh Menteri Komdigi, Meutya Hafid diketahui telah melakukan tindak kriminal dengan mengamankan 1000 situs judi online.
Terkait peristiwa tersebut, Meutya Hafid turut menanggapi kasus yang telah menyeret nama Kementerian Komdigi itu.
“Membuka pintu kepada kepolisian, jika diperlukan pengembangan penyidikan, sebagai upaya bersih-bersih,” tuturnya.
“Agar kantor kami juga bisa menjalankan tugas dan fungsi yang diamanahkan presiden dengan baik,” lanjut Meutya yang dikutip Pojoksatu.id dari akun X milik @PelatihT1dur.
Lebih lanjut, para pelaku yang terlibat dalam tindak kriminal tersebut juga disinyalir meraup keuntungan sebanyak Rp8,5 miliar dalam kurun waktu sebulan.
Yang mana, nominal tersebut terhitung atas pendapatan para pelaku dari praktik kriminal tersebut sebanyak Rp8,5 juta per situs judi online.
Seperti yang dikonfirmasi oleh Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra yang membenarkan kasus tersebut.
Kombes Wira juga menyebutkan bahwa para pelaku ternyata diberikan tugas untuk memberantas kurang lebih 5000 situs judi online.
Namun, 1000 dari 5000 website yang seharusnya diberantas para pelaku justru diamankan untuk keuntungan pribadi.
"1.000 sisanya dibina, dijagain supaya enggak keblokir, Setiap web itu kurang lebih Rp8,5 juta," ucap tersangka yang dikonfirmasi Kombes Wira.
Lebih lanjut, para pegawai yang terlibat tindak kriminal tersebut ternyata sosok yang dipercaya dalam memberantas praktik judi online.
Bagaimana tidak, eks pegawai dari Budi Arie selaku Menteri Kominfo pada rezim Jokowi ini diberikan tugas dan wewenang khusus dalam menangani tindak kriminal tersebut.
Kombes Wira, selaku pihak kepolisian yang bertugas juga membeberkan modus para pelaku terkait tindak kriminal tersebut.
Yang mana, para pelaku hanya mengamankan situs judi online atas dasar hubungan emosional dengan pemilik website.
“Namun, mereka melakukan penyalahgunaan juga,” jelas Kombes Wira yang dikutip Pojoksatu.id dari akun X milik @Heraloebss.
“Antara lain (mereka) melakukan kalau yang sudah kenal sama mereka, mereka tidak blokir dari data mereka," lanjutnya. ***


.webp)
