POJOKSATU.id, JAKARTA— Mantan Capres 01 Anies Baswedan menanggapi penangkapan dan penahanan Thomas Lembong atau Tom Lembong oleh Kejagung di kasus impor gula tahun 2015-2016.
Menurut Anies, penangkapan ini amat-amat mengejutkan. Anies meminta yang tertulis di Penjelasan UUD 1945 masih valid yaitu, ‘Negara Indonesia adalah negara berdasarkan hukum'.
Anies menanggapi penangkapan mantan Timsesnya di Pilpres 2024 ini melalui unggahan di X (Twitter) dan langsung viral belum genap satu jam sesudah diunggah.
Walau begitu, sebagai teman yang sudah lama bersahabat dengan Tom Lembong, Anies menghormati proses hukum yang ada.
Baca Juga: Agama dan Akun Instagram, Twitter Tom Lembong Mantan Timses Anies yang Ditahan Kejagung
Kurang satu jam, unggahan di akun resmi Anies soal Tom Lembong ini langsung ditanggapi 815 komentar. Diposting ulang 6,3 ribu pengguna medsos dan dilihat atau dibaca 376 ribu kali oleh netizen.
Diketahui, kasus yang menimpa Tom Lembong ini saat Tom menjabat sebagai Menteri Perdagangan antara tahun 2015-2016 lalu di masa Kabinet Jokowi-Jusuf Kalla.
Berikut unggahan Anies Baswedan di akun X @aniesbaswedan, Rabu siang (30/10) atau beberapa saat lalu.
“Teman-teman semua, terkait penetapan Tom Lembong sebagai tersangka,” ujar Anies memulai tulisannya.
Anies mengatakan sudah bersahabat dengan Tom hampir 20 tahun dan mengenalnya sebagai pribadi berintegritas tinggi.
Baca Juga: Timses AMIN Thomas Lembong Ditangkap Kejagung, Ini Unggahan Anies Baswedan di Medsos X
Tom selalu prioritaskan kepentingan publik dan ia juga fokus memperjuangkan kelas menengah Indonesia yang terhimpit. Anies menilai Tom Lembong sosok yang lurus dan tidak neko-neko.
“Karena itu selama karier-panjang di dunia usaha dan karier-singkat di pemerintahan, ia disegani, baik lingkup domestik maupun internasional,” ujar Anies.
Menurut Anies, kabar mengenai Thomas Lembong ini amat-amat mengejutkan baginya.
“Kabar ini amat-amat mengejutkan. Walau begitu kami tahu proses hukum tetap harus dihormati. Kami percaya aparat penegak hukum dan peradilan akan menjalankan proses secara transparan dan adil,” tegasnya.
“Kami juga tetap akan memberikan dukungan moral dan dukungan lain yang dimungkinkan untuk Tom,” jelas Anies lagi.
Baca Juga: Laskar Agung Macan Ali Ajak Dialog Damai, Redam Polemik Tempat Ibadah Sementara di Pegambiran
Anies juga berharap, proses ini dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku dan juga jangan karena proses kekuasaan belaka.
“Kami ingin negeri ini membuktikan bahwa yang tertulis di Penjelasan UUD 1945 masih valid yaitu, ‘Negara Indonesia adalah negara berdasarkan hukum (Rechtsstaat), bukan negara berdasarkan kekuasaan belaka (Machtstaat).’,” kata Anies dalam unggahan itu.
Dia juga meminta agar Thomas Lembong jangan berhenti mencintai Indonesia.
“Tom, jangan berhenti mencintai Indonesia dan rakyatnya, seperti yang telah dijalani dan dibuktikan selama ini. I still have my trust in Tom, dan doa serta dukungan kami tidak akan putus,” ujar Anies Baswedan.
Profil Singkat Tom Lembong
Tom Lembong lahir di Jakarta 4 Maret 1971 lalu. Dia sempat menjadi Menteri Perdagangan pada 2015-2016 di era Presiden Jokowi.
Dia juga menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tahun 2016-2019 atau era Jokowi.
Thomas Lembong memiliki istri bernama Maria Franciska Wihardja. Mereka menikah tahun 2002 lalu dan kini dikarunia dua orang anak, Thalia Lembong dan Maxwell Lembong.
Co-Captain Timnas Anies-Muhaimin (AMIN) pada Pilpres 2024 ini memiliki kekayaan mencapai Rp101.486.990.994 atau lebih Rp 101 miliar.
Tom Lembong adalah lulus dari Harvard University- S1, Architecture and Urban Design (AB) pada 1997. ***




