POJOKSATU.ID- Akhir-akhir ini joged Sadbor telah mencuri perhatian banyak orang, bukan hanya tentang gerakan tariannya yang menghibur, tapi juga segala kontroversi di dalamnya.
Setelah ada pemberitaan mengenai dugaan jadi ajang promosi situs ilegal, kini joged Sadbor yang telah merekrut banyak orang menimbulkan sebuah pertanyaan lagi.
Sebagaimana diketahui, Gunawan alias Sadbor cukup berjasa untuk membantu perekonomian masyarakat di kampungnya.
Dengan mengajak para tetangganya menjadi host live streaming, perekonomian mereka perlahan mulai membaik.
Hampir semua orang di kampungnya kini mengikuti jejak Sadbor karena tergiur dengan hasil yang didapat.
Tak sedikit juga mereka yang asalnya berprofesi sebagai petani, kini telah beralih jadi host live streaming.
Hampir 24 jam, masyarakat di Kampung Margasari, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, melakukan live streaming agar saweran yang didapat kian melimpah.
Lalu, bagaimana nasib padi yang telah ditinggalkan oleh sebagian petani di Kampung Margasari, Sukabumi?
Berdasarkan data dari BPS, Sukabumi berada di posisi ke-6 sebagai kabupaten penghasil beras terbesar di Provinsi Jawa Barat dengan total produksi 512.392 ton sepanjang tahun 2023.
Baca Juga: Promedia dan Bank BRI Gelar BRI Journalism 360 di 6 Kota di Indonesia, Dimulai dari Semarang
Sementara itu, Kecamatan Cikembar yang menjadi daerah tempat Sadbor tinggal mengalami penurunan produksi beras dari tahun 2021 hingga 2023.
Sadbor mengaku mulai live streaming di media sosial saat pandemi melanda, dan pada 2021 ia mulai mengajak teman dan tetangganya di kampung untuk mengikuti jejaknya.
Pandemi yang datang melanda negeri ini, memang sempat membuat goyah ekonomi hampir semua masyarakat.
Oleh karena itu, host live streaming mungkin dianggap jadi solusi ketika ekonomi masyarakat mulai tidak stabil.
Mereka yang semula menjadi petani di sawah, kini tampil di depan layar ponsel untuk mencangkul rupiah yang diberikan penonton.
Namun, hal ini ternyata bisa jadi salah satu sebab alasan produksi beras di Kecamatan Cikembar menurun.
Pada tahun 2021, produksi beras di Kecamatan Cikembar mencapai 18.227 ton.
Di tahun berikutnya, produksi beras mengalami penurunan tapi tidak begitu besar.
Sepanjang tahun 2022, Kecamatan Cikembar memproduksi beras sebesar 18.042 ton.
Penurunan cukup besar terjadi pada tahun 2023, produksi beras di Kecamatan Cikembar berkurang lebih dari seribu ton menjadi 16.738 ton.
Meski produksi beras menurun di Kecamatan Cikembar, tapi perekonomian masyarakat di Kampung Margasari dikatakan membaik berkat tren joged Sadbor.
Kabarnya, para tetangganya yang banting stir jadi host live streaming kini sudah bisa menikmati hasil dari tren ini.
Baca Juga: Polemik Masakan Padang Murah, Pengusaha Minta Jaga Citra Kuliner Tradisional
Bukan sekadar untuk makan, mereka sudah bisa membeli kendaraan, merenovasi rumah, bahkan membeli rumah.
Saat ini, Sadbor mengaku sudah bisa memiliki penghasilan bersih sekitar Rp700 ribu per hari dari hasil saweran para penonton. ***




