POJOKSATU.id, BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) dibekukan. Ini sanksi karena membuat karangan bunga bernada satire atas pelantikan Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024-2029.
BEM FISIP UNAIR di akun @bemfisipunair menjelaskan pihaknya mendapatkan surel perihal pemberitahuan pembekuan BEM dari pihak dekanat pada Jumat, 25 Oktober pukul 16.13 WIB.
"Pembekuan ini buntut dari ungkapan ekspresi kekecewaan terhadap fenomena Pemilu 2024 yang dituangkan dalam karya seni satire berbentuk karangan bunga yang ditujukan untuk memberi ucapan selamat atas pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih di Taman Barat FISIP," jelas BEM FISIP UNAIR.
Pihak BEM mengungkapkan janji dan komitmen mereka di awal sejak struktural kabinet Panca Aksara terbentuk, yakni menciptakan kebermanfaatan untuk seluruh Civitas Akademika FISIP UNAIR.
Baca Juga: Demi Hempaskan Fitnah Rujuk dengan Virgoun, Inara Rusli Unggah Bukti Akte Cerai
"Hal ini termasuk menumbuhkan jiwa kritis dan peka sosial kepada mahasiswa. Adapun janji kami hampir seluruhnya terwujud melalui puluhan program kerja dan agenda yang telah terlaksana dan sedang dilaksanakan," lanjut akun tersebut.
Disebutkan saat berita acara pembekukan ini dirilis, belum ada proses diskusi lebih lanjut dengan Dekan FISIP perihal surat pemberitahuan pembekuan BEM.
"Kami sepakat untuk tidak menyerah untuk memproses keadilan bagi seluruh fungsionaris dan tetap melanjutkan perjuangan sampai waktu demisioner yang telah ditentukan," tegas mereka dengan tagar #SaveBEMFISIPUnair #KamiTetapAdaDanBerlipatGanda.
Akun tersebut juga menyertakan surat pembekuan BEM FISIP UNAIR dengan surat bernomor I I M8/TBruN3.FISIP/KM.O4/2024 tertanggal 25 Oktober 2024.
Surat itu menyebutkan pembekuan merupakan hasil klarifikasi Dewan Etika FISIP dengan pengurus BEM FISIP Unair, yang mengakui bahwa pembuatan dan pemasangan karangan bunga ucapan selamat atas dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden RI adalah benar inisiatif dan hasil kerja BEM FISIP Unair.
"Menimbang dalam karangan bunga yang tidak sesuai dengan etika dan kultur akademik insan kampus. Pemasangan karangan bunga di halaman FISIP Unair yang dilakukan tanpa ijin dan koordinasi dengan pimpinan fakultas," demikian isi surat tersebut.
Sementara itu, karangan bunga kontroversi yang dipajang BEM FISIP UNAIR bergambar Prabowo dan Gibran dengan ucapan selamat "Atas dilantiknya jenderal bengis pelanggar HAM dan Profesor IPK 2,3 sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang lahir dari rahim haram konstitusi".
Baca Juga: Pemilih PKS Terbelah di Pilkada Jakarta, Pramono Anung Dijadikan Pelarian Pelampiasan Kemarahan
Kemudian, nama Prabowo dan Gibral ditambahkan embel-embel sebagai berikut; Jenderal TNI Prabowo Subianto Djojohadikusumo (Ketua Tim Mawar), Gibran Rakabuming Raka, B.SC (Admin Fufufafa) dan di bagian bawah dituliskan pengirimnya 'dari Mulyono : Bajingan Penghancur Demokrasi'. ***



