POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pidato pertama Presiden Prabowo Subianto berapi-api di hadapan anggota MPR RI usai secara resmi dilantik sebagai presiden, Minggu (20/10/2024).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan mendukung penuh kemerdekaan rakyat Palestina yang saat ini dijajah Zionis Israel.

Presiden Prabowo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada presiden dan wapres terdahulu mulai Soekarno, Soeharto hingga Jokowi.

“Rakyat harus bebas dari ketakutan, penindasan, penderitaan. Masih banyak saudara kita usianya 70 tahun masih menarik becak. Ini bukan ciri-ciri bangsa yang merdeka,” ujar Prabowo dalam pidato pertamanya.

Baca Juga: Pidato Perdana Prabowo Sebagai Presiden RI Singgung Masalah Kebocoran Anggaran dan Korupsi

Dia juga mengajak semua elemen masyarakat berjuang tanpa menyerah dan selalu bersatu.

“Kalau kita bersatu dan bekerjasama. Bertanding semangat, sesudah bertanding kita bersatu. Jokowi mengalahkan saya, berapa kali ya, saya lupa. Ketika beliau menang, saya diajak beliau bersatu. Saya bersedia. Dan saya sekarang menang. Saya mengajak semua pihak, ayo bersatu,” ujar Subianto dengan semangat.

Terkait masalah luar negeri, Indonesia sebagai negara memiliki politik luar negeri yang bebas aktif dan akan senantiasa mendukung negara yang tertindas.

“Kita anti penjajahan. Karena kita pernah mengalami penjajahan. Kita anti penindasan karena kita pernah mengalami penindasan. Kita anti apartheid. Kita anti rasialisme,” tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Subianto Resmi Dilantik Presiden RI ke Delapan, Sesuai Nama Panggilannya 08 di Militer

“Karena kita itu punya prinsip bebas aktif, kita harus solider. Kita mendukung kemerdekaan rakyat Palestina. Pemerintah Presiden Jokowi sudah mengirimkan banyak bantuan. Kita punya tim medis yang bekerja di Gaza dan Rafah dengan penuh resiko tinggi,” ujarnya.

“Kita pun siap mengirimkan bantuan yang lebih banyak. Kita siap membantu anak-anak yang trauma. Kita siap memberikan bantuan medis,” ujarnya.

Prabowo juga mengucapkan terimakasih kepada Presiden terdahulu seperti Soeharto yang telah meletakkan dasar Indonesia yang moderen, Habibie yang meletakkan masalah teknologi, dan Gusdur yang menjunjung tinggi masalah toleransi.

Presiden SBY yang membawa Indonesia berhasil mengatasi masalah tsunami Aceh dan mendamaikan perang Aceh yang telah lama berlangsung.

Sementara Presiden Jokowi berhasil membawa Indonesia melewati krisis yang melanda dunia yaitu masalah Covid-19. ***