POJOKSATU.ID- Pada umumnya, air sungai akan bermuara ke lautan lepas, tapi hal tersebut tak berlaku di Pantai Santolo Garut.

Keindahan Pantai Santolo yang berada di Laut Selatan Jawa Barat bukan hanya tentang pasir putihnya, sunset, atau sunrise.

Terdapat fenomena langka di pantai yang menjadi salah satu tujuan wisata favorit keluarga saat libur Lebaran ini.

Disebut dengan nama Cilautereun, yang berarti air laut yang berhenti atau tertahan, lokasi tepatnya berada di Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk.

Warga setempat biasanya menyebut kejadian unik ini dengan nama cai malik yang artinya air berbalik.

Sebuah video yang diunggah oleh seorang pengguna media sosial memperlihatkan keajaiban ini ketika air laut mengalir ke muara sungai yang berada di bawahnya.

Pemandangan unik ini seperti sebuah curug atau air terjun yang terjadi di tepi pantai.

Fenomena unik hanya terjadi di Garut dan sebuah pantai di Prancis.

Meskipun terdengar tak masuk akal, tapi peristiwa ini bisa terjadi karena muara sungai yang sejajar dengan tepi pantai.

Hal ini disebabkan oleh abrasi yang terus terjadi dan membuat bebatuan karang terkikis hingga air laut menerobos ke daratan yang berada di bawahnya.

Ketika air laut pasang, akan terlihat jelas pemandangan tersebut, terutama jika dilihat dari atas pada sebuah jembatan gantung yang menghubungkan Pantai Sayangheulang dan Santolo.

Air laut yang mengalir ke muara Sungai Cilautereun ini juga menjadi perbatasan kedua pantai tersebut.

Daya tarik di pantai selatan Garut ini memang jarang terekspos sehingga kepopulerannya tenggelam oleh aktivitas lain di Pantai Santolo.

Untuk melihat fenomena langka ini, disarankan untuk lewat gerbang masuk Pantai Sayangheulang karena aksesnya lebih mudah.

Sebagian masyarakat meyakini bahwa Cilautereun merupakan obat bagi mereka yang sedang sakit.

Tak heran, jika banyak orang yang sengaja datang bukan untuk melihat keindahannya tapi mencari kesembuhan dengan berendam di sana.

Bukan tanpa alasan, hal ini telah menjadi cerita turun temurun dari orang dulu yang menyebut bahwa air di Cilautereun bisa dijadikan penawar sakit.

Selain itu, di sana juga terdapat uga atau prediksi tentang masa depan yang diucapkan oleh para leluhur.

Uga tersebut berbunyi bahwa Garut di bagian selatan akan makmur dan sejahtera jika sudah berdiri lumbung padi sebanyak 25 baris.

Sampai saat ini, uga tersebut masih jadi misteri tentang makna tersembunyi dari simbol-simbol yang biasa dipakai para leluhur untuk menasihati generasinya di masa depan.

Pantai selatan Garut memang bukan sekadar indah untuk dilihat, tapi juga masih menyimpan banyak misteri untuk dipecahkan.

Bukan tentang hal-hal mistis, tapi soal nasihat para leluhur yang punya makna mendalam tapi kini justru diabaikan oleh penerusnya.

Jadi, fenomena langka Cilautereun bisa menjadi rekomendasi liburan keluarga yang menyenangkan dan dapat mengedukasi untuk lebih peduli pada budaya warisan leluhur. ***