POJOKSATU.ID- Sebuah video amatir yang diunggah oleh akun Instagram Info Jawa Barat memperlihatkan truk dengan kondisi muatan berlebihan berhenti pada sebuah tanjakan berkelok di Ciater, Subang Jawa Barat.
Kejadian ini terjadi pada hari Senin sore, 14 Oktober 2024, saat hendak berbelok, supir kehilangan kendali hingga harus berhenti di tanjakan.
Tampak truk yang akan melintas berada pada arah berlawanan di jalur kanan tiba-tiba miring.
Hal ini karena beban yang dibawa melebihi kapasitas, terlihat muatan lebih tinggi dari pada atap truk.
Baca Juga: Nobar Bandung
Sempat berhenti beberapa detik, sebelum akhirnya truk terguling ke bagian kiri jalan.
Pengendara lain yang sedang melintas terpaksa berhenti untuk menghindari tertimpa oleh truk.
Dari video yang beredar di media sosial tersebut, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kondisi truk juga masih berada di jalan, tidak terguling hingga ke jurang di bagian kiri jalan.
Sementara itu, muatan truk yang berisi ratusan karung tampak berceceran dan rusak.
Setelah terguling, truk sempat mengeluarkan asap cukup tebal tapi tidak ada api yang terdeteksi.
Peristiwa ini seharusnya jadi pembelajaran bagi para supir untuk tetap mengutamakan keselamatan dibanding mengejar setoran.
Selain itu, pihak industri yang mengirim barang tersebut seharusnya memikirkan keselamatan supir, bukan hanya mementingkan keuntungan semata.
Apalagi medan yang dilewati cukup berat, karena jalan raya di Ciater dikenal dengan jalur tengkorak karena sering memakan korban jiwa.
Medan yang berkelok dan menanjak serta terdapat turunan ekstrem menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan.
Selain itu, human error dan kondisi kendaraan yang tak sehat membuat angka kecelakaan di jalan raya Ciater sulit dihindari.
Warganet yang menyaksikan video ini juga sangat menyayangkan dengan peristiwa tersebut.
Karena seharusnya sang supir dan bosnya mengetahui medan yang akan dilintasi cukup berat.
Pada jalur yang datar, muatan berlebih atau overload bisa membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengendara lain.
Apalagi jalur yang dilintasi berkelok serta memiliki tanjakan dan turunan ekstrem, akan sangat membahayakan.
Masih teringat jelas kecelakaan maut bus study tour siswa SMK yang merenggut 11 korban jiwa pada 11 Mei 2024 lalu.
Baca Juga: Hasil China vs Indonesia, Timnas Garuda Menang Penguasaan Bola Tapi Kalah 1-2
Kecelakaan di jalan raya Ciater tersebut terjadi karena kondisi kendaraan tak layak jalan hingga mengalami rem blong.
Bukan hanya penumpang bus yang jadi korban, pengendara lain yang sedang melintas turut merenggut nyawa.
Meskipun kecelakaan yang terjadi disebabkan kelalaian manusia, tapi masih ada saja yang menghubungkannya dengan hal mistis.
Masih banyak masyarakat yang meyakini bahwa kecelakaan yang terjadi di jalan raya Ciater disebabkan oleh makhluk astral penunggu di sana.
Sebagai manusia yang masih memiliki akal, selama peristiwa tersebut masih bisa dijelaskan dengan logika, sebaiknya tak perlu lagi berbicara soal mistis. ***




