POJOKSATU.id, JAKARTA— Partai Nasdem memutuskan tidak masuk dalam kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran. Tak ada kursi menteri yang diperoleh partai besutan Surya Paloh ini.
Namun menurut Nasdem, meski tak ada posisi menteri dari mereka, Nasdem akan tetap bersama dengan pemerintah atau bagian tak terpisahkan dari pemerintahan Prabowo Gibran.
Diketahui, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo -Gibran, tinggal enam hari lagi atau akan digelar 20 Oktober 2024 nanti.
"Atas dasar pertimbangan banyak hal, kita memutuskan untuk tidak masuk dalam kabinet. Menurut kita, pikiran-pikiran kita kalau diterima itu jauh lebih penting daripada kita masuk dalam kabinet," kata Sekjen Partai Nasdem, Hermawi Taslim, di RSPAD, Jakarta Pusat, Minggu (13/10).
Baca Juga: Gerindra Jabar Konsolidasikan Kader untuk Menangkan Pilgub dan Pilwalkot Cirebon 2024
Meski demikian, Hermawi menegaskan, Nasdem akan bersama dengan pemerintah.
"Pikiran-pikiran kita, kontribusi kita terhadap berbagai hal, itu akan jauh lebih berarti daripada secara fisik kita masuk (kabinet). Tapi kita bagian tak terpisahkan dari pemerintahan ini," jelas Hermawi.
Hermawi mengaku Prabowo sempat bertanya kepada Nasdem soal belum ada nama yang diusulkan untuk duduk di kabinet mendatang. Namun mereka diam saja saat itu.
"Bukan menolak dan diminta, Pak Prabowo pernah bilang 'Nasdem kok belum kasih masuk nama?' kita diam saja. Jadi bukan soal menolak atau menerima, tetapi sikap Nasdem adalah memberi kontribusi lain selain menempatkan orang di kabinet," tegasnya.
Baca Juga: Warung Kopi
Berita sebelumnya, Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, menjawab terkait menyebut Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, sebagai Rising Star yang dianggap sebagai sinyal untuk masuk pemerintahan Prabowo-Gibran. Tapi, Paloh menyebut hanya mendoakan Dasco.
"Yang terbaik lah," kata Surya Paloh di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Selasa (23/7).
Saat ditanya lebih jauh soal posisi Nasdem akan bergabung pemerintahan mendatang atau tidak, dia masih enggan membeberkannya. Paloh hanya meminta publik untuk menunggu.
"Mudah-mudahan, kita lihat nanti," ucap Paloh.
Paloh hanya mengaku bahwa komunikasi dengan presiden terpilih Prabowo Subianto tetap berjalan. Dia berharap pemerintahan ke depan dapat berjalan baik.***




