POJOKSATU.id, JAKARTA— Sebuah video viral di media sosial yang berisi pembubaran secara anarkis kelompok diskusi di Hotel Grand Kemang yang dihadiri tokoh ternama seperti Din Syamsuddin, Refly Harun dan lainnya.
Dari video yang beredar di Twitter atau X, terlihat suara Din Syamsuddin sampai bergetar saat memberikan keterangan pers usai kejadian pembubaran anarkis diskusi tersebut.
“Bagi saya ini adalah perilaku penjelmaan dari pada rezim yang memang cenderung berbuat kejahatan. Kita membiarkan mereka (pelaku) berorasi sebagai manifestasi demokrasi. Tapi ketika mereka masuk dan merusak, ini adalah anarkisme,” tegas Din Syamsuddin dalam video yang beredar di X, Sabtu (28/9).
Din Syamsuddin menilai peristiwa brutal tersebut sebagai refleksi dari kejahatan demokrasi yang dilakukan rezim ini.
Baca Juga: Jadi Trending Topik, Ini Deretan Nama Artis Hollywood yang Tersandung Kasus P Diddy
Dia pun berharap Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ke depan tidak meneruskan hal semacam ini.
“Bahkan harus mengoreksi praktik-praktik buruk yang merusak demokrasi dan tatanan kehidupan berbangsa bernegara selama era Presiden Joko Widodo,” kata dia.
Video pernyataan Din Syamsuddin ini salah satunya diunggah oleh akun @hilmifirdausi. Video pembubaran diskusi ini juga diunggah akun tersebut.
Dalam sesi konferensi pers ini Din Syamsuddin terlihat didampingi oleh Sunarko, Refly Harun, Sudirman Said, Marwan Batubara dan lain-lain.
Sementara itu, Din Syamsuddin dilansir dari Tempo mengatakan, sejak pagi sekelompok massa yang sudah berorasi dari atas sebuah mobil komando di depan hotel.
“Tidak terlalu jelas pesan yang mereka sampaikan, kecuali mengkritik para narasumber yang diundang dan membela rezim Presiden Jokowi,” katanya.
Baca Juga: Ini Peran Paman Indra Septiarman yang Ditetapkan Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Nia Kurnia Sari
Ketika acara baru akan dimulai, massa yang anarkistis memasuki ruangan hotel dan mengobrak-abrik ruangan. Menurut dia, polisi terlihat diam dan membiarkan massa tetap rusuh.
“Ada polisi, tapi tidak melakukan upaya pengadangan terhadap pengacau. Mereka semula orasi di depan hotel, tapi bisa bebas masuk ke ruangan yg berada di bagian belakang hotel,” jelasnya lagi.
Dalam video dan info yang beredar di grup WA, forum ini dihadiri para tokoh diantaranya Abraham Samad, Din Syamsuddin, Fachrurozi, Sunarko, Chusnul Mariyah, Siti Fadilah, Refly Harun, Sudirman Said dan lain-lain.
Dibubarkan Secara Anarkis
Kelompok Kupang dengan menumpangi mobil Komando Menteng 58 disebut membubarkan forum diskusi di Hotel Grand Kemang, Sabtu pagi (28/9).
Acara diskusi ini digelar oleh Forum Tanah Air. Di dalam video ini terlihat beberapa anggota kelompok masuk secara paksa, sambil berteriak untuk membubarkan acara.
Salah satu anggota kelompok bahkan merobek banner yang terpasang di dinding ruangan dan menendang meja yang berada di tengah ruangan.
"Bubar, semua bubar!!!" teriak salah satu anggota Kelompok Kupang dengan nada keras.
Kericuhan semakin memanas ketika para anggota kelompok mulai mengusir peserta diskusi satu per satu dari ruangan.
Diketahui bahwa acara tersebut digelar di Grand Kemang pada Sabtu, 28 September 2024 ini. Kasus ini kini menjadi sorotan publik, dan banyak pihak menanti perkembangan terbaru dari pihak berwenang terkait penanganan aksi anarkisme yang terjadi di Hotel Grand Kemang Jakarta.***




