POJOKSATU.ID, KABUPATEN Bandung ditetapkan sebagai status tanggap darurat oleh pemerintah setempat, usai diguncang gempa bumi bermagnitudo 5,0 pada Rabu (18/9/2024) pukul 09.41 WIB. 

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan penetapan status tanggap darurat ini dilakukan untuk mempermudah pemberian bantuan kepada para korban agar menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT).

“Hari ini juga saya minta untuk diadakan rapat gabungan dengan Forkopimda Kabupaten Bandung untuk memutuskan dalam kategori tanggap darurat sehingga secara anggaran kita bisa luncurkan," kata Dadang.

Baca Juga: KPU Medan Rekrut 23.226 Anggota KPPS untuk Pilkada 2024, Pemko: Pilih yang Berintegritas

Ditambahkan Dadang, pemberlakuan status tanggap darurat bencana ini dilakukan selama dua pekan mulai dari 18 September sampai 2 Oktober 2024.

Keputusan ini, kata Dadang, akan membuat pemerintah daerah lebih fokus terhadap penanganan masyarakat yang terdampak oleh bencana tersebut.

“Dan tentunya kita akan panggil semua para kepala dinas yang kaitannya dengan penyelamatan untuk bisa menanggulangi kebencanaan ini,” katanya.

Baca Juga: Murka Sang Ibu Nikita Mirzani Polisikan Vadel Badjideh hingga Bantah Hamil dan Aborsi, Lolly : Padahal Dia Sendiri Bilang Aku Bukan Anaknya

Hingga saat ini terdapat enam desa yang terdampak gempa dengan ratusan rumah yang mengalami rusak ringan, rusak berat dan sedang. Ia menyebut korban gempa terlebih dahulu harus dievakuasi.

"Imbauan sementara ini, kita menyiapkan tempat evakuasi. Saya sarankan bagi warga penduduk di sekitar Kecamatan Kertasari kalau bisa langsung ke tempat evakuasi yang sudah disediakan oleh tim," tambahnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan jumlah korban luka-luka dari kejadian tersebut berjumlah 82 orang. 

Baca Juga: BAF Karawang Tahan BPKB Konsumen, Padahal Angsuran Lunas!

Mereka yang luka-luka teridentifikasi di Kabupaten Bandung 81 orang, dan satu orang warga Kabupaten Garut.

"Dengan rincian 59 warga mengalami luka ringan dan 23 orang luka berat. Hingga kini tidak ada laporan adanya korban jiwa dampak gempa magnitudo 5.0 tersebut,” kata Pranata Humas Ahli BPBD Jabar Hadi Rahmat.

Untuk warga yang mengalami luka berat, kata dia, saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bedas Kertasari dan Puskesmas Bedas untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Baca Juga: 4 Gaya yang Dipelajari di Les Renang Bandung, Cepat Mahir

“Korban yang tertimpa reruntuhan sudah dilarikan ke RS Bedas Kertasari dan ke Puskesmas Kertasari,” ujar Hadi.

Bahkan sebanyak 491 rumah di Kabupaten Bandung mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. ***