POJOKSATU.id, PADANG— Perjalanan hidup masa lalu Indra Septiarman terungkap. Terduga pembunuh dan rudapaksa gadis penjual gorengan Nia Kurnia Sari (18) ini ditinggal meninggal ibunya saat kecil.

Sejak kecil Indra dibesarkan oleh ayahnya yang sibuk bekerja sebagai sopir. Sementara ibunya meninggal saat usia Indra masih belum sekolah.

Indra Septiarman merupakan warga Pasa Galombang, Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Padang Pariaman.

Di mata warga Indra Septiarman dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan tidak banyak bicara. 

Baca Juga: GERAK JABAR Tolak Pencabutan Tap MPRS No.33/1967: Seruan untuk Melawan Pengaburan Sejarah

Wali Korong Pasa Galombang, Desi Novita, menyebutkan Indra ditinggal oleh ibunya sejak kecil dan selama ini hanya dibesarkan oleh ayahnya yang bekerja sebagai sopir.

Desi menyebut Indra Septiarman adalah anak yang berasal dari keluarga broken home.

“Ibunya sudah meninggal di usia (Indra) masih belum sekolah. Bapaknya bawa mobil. Otomatis anak ini tidak terjaga. Jadi dia kehidupannya itu lebih banyak di luar. Tidak terangkul keluarga,” beber Desi, Selasa (17/9/2024).

Saat masa kecil atau usia masih di bawah umur, Indra terlibat kenakalan remaja. Indra terlibat kasus pelecehan seksual dan juga memakai narkoba saat masih di bawah umur.

Baca Juga: Pengejaran Indra Septiarman Masih Buntu, Tepergok Warga Tersangka Pembunuh Nia Lari ke Jurang

“Tanggapan dari masyarakat, dia kenakalan pernah. Pelecehan terus pakai narkoba pas masih di bawah umur lalu ditahan di lapas anak,” ujarnya.

"Dia kesehariannya biasa saja. Kadang kerja kalau enggak jadi kuli bangunan,” jelasnya.

Desi menyebut Indra Septiarman tidak banyak bergaul. Pasalnya, dia hanya bergaul dengan orang-orang tertentu saja.

“Dia bergaul enggak semua. Bergaul dengan kenakalan anak-anak sekarang. Orangnya pendiam enggak banyak omong,” jelasnya.

“Masyarakat menduga dia (pelaku pembunuhan Nia Kurnia Sari) karena dari kesehariannya mainnya di tempat ditemukan korban itu,” jelasnya lagi. ***