POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Bank Indonesia akan menggelar West Java Investment Summit (WJIS) ke-6 kalinya.

Even ini bertujuan meningkatkan iklim investasi di Jawa Barat melalui berbagai inisiatif yang dirancang untuk menarik lebih banyak investasi asing dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat, Nining Yuliastiani berharap, agenda yang dimulai sejak 2019 ini bisa makin mengekspos potensi dan peluang investasi di Jawa Barat secara maksimal.

Baca Juga: Bukan Cuma di Puncak Bogor, Kemacetan Long Weekend Juga Terjadi di Pengalengan Jawa Barat

"WJIS 2024 berfokus pada potensi proyek strategis Jawa Barat, menyajikan 170 proyek potensial, dan lebih dari 40 proyek ready to offer senilai total Rp117 triliun rupiah yang dapat dilirik oleh investor," kata Ningning kepada wartawan, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 17 September 2024.

Agar mencapai itu semua, akan dilakukan exhibition hall untuk kegiatan one on one meeting untuk project-project tersebut.

Di sisi lain, WJIS juga menyediakan immersive room untuk memberikan pengalaman yang luar biasa agar mengetahui lebih real.

Baca Juga: Plesiran ke Amerika NEBENG Jet Pribadi, Kaesang Pangarep : Saya Kesini Bukan Karena Panggilan KPK, Tapi Inisiatif

"Melalui immersive room para investor akan terdeskripsikan dengan baik lebih baik terhadap proyek ataupun potensi-potensi yang ada, sehingga mereka bisa lebih yakin dan percaya bahwa proyek-proyek ini ada, potensi ini ada," ungkap Ningning.

"Kami akan membuat peta spasialnya, sudah terbentuk dalam peta spasial, sehingga lokasinya, kemudian profilingnya itu akan tersedia," tambahnya.

Adapun rangkaian kegiatan WJIS ini terdapat dua tema talk show yang mengedepankan vokasi enhancing workforce for investment needs.

Baca Juga: Sang Anak Minta Papa Baru, Faby Marcelia Siap Cari Tambatan Hati?

Ningning menegaskan, WJIS tak hanya sekedar memberikan informasi tentang potensi investasi.

Namun juga adanya kompetensi sumber daya manusia atau tenaga kerja yang memenuhi kebutuhan industri yang masuk di Jawa Barat.

"Sehingga nantinya ada link and match terhadap kebutuhan dan suplai yang ada, sedangkan di sisi lain kami juga akan melakukan talk show yang berkaitan dengan supply chains," ucapnya.

Ningning menegaskan, Pemprov Jabar berusaha untuk bisa mengedepankan kaitannya kemitraan dengan IKM atau UMK yang ada di Jawa Barat.

Hal ini untuk bisa masuk ke dalam supply chains industri besar ataupun yang berorientasi ekspor.

Baca Juga: KDM Berikan Solusi Jangka Panjang Untuk Masalah Kemacetan Di Bogor

Nantinya, para UMK atau IKM memiliki daya saing dan kompetensi yang cukup besar untuk bisa menjadi penyuplai atau kemudian menyediakan suplai terhadap proses produksi yang ada ataupun bahan baku yang diperlukan.

"Kami juga menginginkan nantinya para investor yang melakukan kegiatan di sini, produksinya terutama untuk bahan bakunya bisa diupayakan," tutupnya.***