POJOKSATU.id - Nasib tragis menimpa gadis penjual gorengan, Nia Kurnia Sari yang ditemukan tewas pada Minggu, 8 September 2024 lalu menyita perhatian publik.
Bagaimana tidak, Nia Kurnia Sari yang baru berusia 18 tahun dan lulus sekolah SMA itu ditemukan terkubur tanpa busana di sebuah kawasan hutan di Padang Pariaman.
Sebelumnya, Nia Kurnia Sari dilaporkan hilang oleh keluarga pada Jumat, 8 September 2024 saat pergi berjualan gorengan tak jauh dari tempat tinggalnya.
Saat ditemukan, jenazah Nia dalam kondisi tanpa berbusana dan barang-barangnya berserakan di mana-mana.
Adapun kisah kematian Nia yang diduga menjadi korban pembunuhan secara sadis itu penuh haru.
Mengingat banyak orang yang mengenal sosok Nia tahu betul bagaimana semangatnya gadis itu menjual gorengan demi bisa kuliah.
Dikutip dari YouTube TvOneNews pada Kamis, 12 September 2024, Yuka, sahabat dekat Nia Kurnia Sari pun berbagi kisah mengenai sang sahabat yang dikenal sebagai pribadi yang humble terhadap semua orang.
Yuka menjelaskan bahwa Nia berjuang mengumpulkan uang dengan berjualan gorengan agar bisa berkuliah setelah lulus SMA.
Yuka juga menambahkan bahwa sahabatnya itu rela melakukan segala hal demi bisa kuliah.
Pasalnya, menurut Yuka, tekad Nia untuk berkuliah sangatlah kuat kendati terbatas oleh kemampuan ekonomi keluarga yang kurang.
Adapun cita-cita mulia Nia untuk bisa berkuliah sudah direncanakan almarhumah sejak masih duduk di bangku kelas satu SMA.
Yuka juga membeberkan fakta bahwa sang sahabat ingin meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dengan jurusan wirausaha.
Bukan tanpa alasan, Nia ingin mengambil jurusan tersebut lantaran sangat suka hal-hal yang berbau kewirausahaan.
Untuk merealisasikan cita-cita untuk berkuliah, diketahui Nia juga tidak hanya menjual gorengan. Namun, ia juga bekerja sebagai gojek dan guru silat bagi anak-anak.
Sosok Nia dikenal oleh warga, teman, dan guru di sekolahnya sebagai sosok gadis yang berprestasi dan gigih.
Baca Juga: Jabar Siap Terapkan Zero Emission Zone di Seluruh Kantor Perangkat Daerah pada Oktober 2024
Ia rela berjualan gorengan keliling setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Hal tersebut Nia lakukan bukan hanya untuk membantu keluarga namun juga untuk bisa berkuliah.
Namun sayangnya, takdir berkata lain. Nia lebih dulu dipanggil Tuhan yang Maha Kuasa dalam keadaan yang mengenaskan.
Kini, misteri pembunuhan Nia perlahan-lahan mulai menemui titik terang. Hal ini tak terlepas dari penyidikan yang dilakukan oleh Kepolisian.
Menurut Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir mengungkap bahwa motif pembunuhan terhadap korban tidak berkaitan dengan pencurian, namun lebih kepada dugaan tindakan asusila.
Baca Juga: Lama Tak Muncul Karena OCD yang di Deritanya, Kini Aliando Tampil dan Buat Pangling
Kendati tidak disebut secara gamblang, tindakan asusila yang dimaksud diduga kuat adalah pemerkosaan. Pasalnya, barang-barang berharga korban seperti cincin dan uang masih ditemukan di TKP.
Polisi pun telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kejadian tersebut. ***



