POJOKSATU.id - Video terahkir Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan di Padang Pariaman viral di media sosial.
Itu merupakan video penampakan Nia Kurnia Sari yang terakhir sebelum sehari setelahnya ditemukan tewas dikubur.
Dalam video tersebut terlihat gadis 18 tahun tersebut melintas.
Ia tidak sengaja terekam kamera warga.
Dalam video tersebut terlihat seorang pria yang tengah menggendong anaknya berdiri di depan rumah.
Selanjutnya terdengar suara Nia yang menawarkan gorengan.
"Taaahuuuu isiiiiii....." ucap Nia sembari terus berjalan.
Nia juga terdengar sempat menawarkan gorengan kepada pria tersebut.
Akan tetapi pria tersebut tidak membeli gorengan yang dijajakan Nia.
Karena itu Nia kemudian melanjutkan perjalanannya dan kembali menjajakan gorengan seperti yang biasa dia lakukan.
Nia juga sempat menoleh kepada warga perekam video tersebut sembari berjalan
"Baakkkwaaaannnnn....." ucap Nia lagi sembari berjalan.
Dalam video tersebut, Nia terlihat mengenakan pakaian yang serba hitam.
Mulai dari jilbab, baju sampai celana panjang yang semuanya berwarna hitam.
Diduga kuat, itu adalah video yang diambil pada Jumat sore, 6 September 2024.
Setelah itu, Nia Kurnia Sari tidak pernah lagi pulang ke rumahnya.
Padahal setiap harinya, ia selalu pulang saat petang usai menjajakan gorengan.
Karena tidak pulang, keluarga dibantu warga sempat melakuan pencarian pada Jumat malam.
Akan tetapi upaya itu tidak membuahkan hasil dan hanya menemukan gorengan serta payung yang dibawanya.
Baru pada Sabtu 8 September, Nia ditemukan. Akan tetapi sudah tidak bernyawa dan dikubur.
Baca Juga: 5 Cafe 24 Jam di Bogor, Tempat Estetik dan Nyaman untuk Ngopi Syahdu Tanpa Kenal Waktu
Saat dilakukan penggalian, jenazah gadis malang itu sama sekali tidak mengenakan pakaian.
Sementara kedua tangannya dalam kondisi terikat di belakang.
Identitas Pembunuh
Sementara, hasil penyelidikan polisi mulai bisa membuka tabir misteri kasus pembunuhan Nia Kurnia Sari penjual gorengan di Padang Pariaman.
Sejumlah barang bukti sudah didapatkan penyidik. Diantaranya payung, sandal jepit, hijab dan nampan yang dipakai untuk menjual gorengan.
Kapolres Padangpariaman AKBP Ahmad Faisol Amir megungkap, penyidik sudah mengantongi nama terduga pelaku pembunuhan Nia.
Akan tetapi Faisol memilih enggan mengungkap identitas terduga pelaku karena masih dalam penyelidikan.
"Petunjuk terduga pelaku, ada petunjuk. Kami belum bisa sampaikan karena masuk dalam penyelidikan kami," ungkap dia, Selasa 10 September 2023.
Berdassarkan penyelidikan awal, diduga Nia adalah korban pembunuhan.
Baca Juga: Tips Desain Dapur Estetik, Menggabungkan Keindahan dan Fungsi
"Dugaan mengarah ke sana (pembunuhan). Saksi yang diperiksa ada 4 orang. Saksi ini yang melihat langsung pada saat korban melakukan penjualan gorengan," beber dia.
Selain itu, korban juga diduga telah mengalami tindak asusila atau rudapaksa dari pelaku sekaligus korban pencurian.
Ini didasari pada tidak adanya barang-barang milik korban yang hilang.
Dimana uang hasil jualan gorengan dan cincin korban sampai saat ini belum ditemukan.
Baca Juga: Tips Desain Ruang Tamu Modern, Menghadirkan Gaya dan Kenyamanan
Nia diketahui setiap hari berjualan gorengan setelah pulang sekolah.
Uang hasil jualan goreng itu ia kumpulkan sedikit demi sedikit untuk biaya kuliah.
Kepergian Nia Kurnia Sari penjual gorengan di Padan Pariaman itu pun menyita perhatian publik.***




