POJOKSATU.id, Kota Bandung - Sebanyak 10 perwakilan provinsi dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul dalam Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) XXIV Tahun 2024 untuk memperkuat sinergi pembangunan antar daerah.
Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Rapat gabungan FKD-MPU XXIV/2024 yang digelar di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, pada Selasa (10/9/2024) malam, menjadi ajang penting bagi perwakilan provinsi untuk berdiskusi dan merumuskan langkah-langkah kolaboratif dalam pengembangan ekonomi, ketahanan pangan, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, dalam sambutannya menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah untuk memperkuat kerja sama antar provinsi.
Baca Juga: Barang yang Tidak Boleh Dibawa Saat Konser Bruno Mars di Jakarta International Stadium, Catat!
"Sepuluh provinsi yang bergabung di sini bertujuan untuk membangun kerja sama ekonomi di berbagai bidang. Ketahanan pangan dan UMKM menjadi fokus utama, namun pariwisata dan ekonomi kreatif juga sangat penting untuk dibahas," ujar Herman.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antar 10 provinsi ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional secara menyeluruh.
"Jika kerja sama ini berjalan dengan baik dan ada akselerasi dalam pengembangan ekonomi, baik di daerah masing-masing maupun lintas daerah, saya yakin ini bisa menjadi pendorong ekonomi nasional," lanjutnya.
Di hadapan seluruh perwakilan, Herman menyatakan komitmennya untuk menghadirkan kolaborasi yang kuat dan saling menguntungkan, dengan harapan bahwa hasil dari forum ini dapat membawa keberkahan dan manfaat nyata bagi masyarakat di 10 provinsi tersebut.
Baca Juga: UNTUK MAHASISWA BARU. 4 Kegiatan Kampus Ini Bisa Tingkatkan Pengalaman AkademikMU
"Kami berkomitmen agar kerja sama ini dapat menghasilkan keberkahan bagi masyarakat," tandas Herman.
Forum FKD-MPU XXIV ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mendorong pembangunan antar daerah dan memperkuat sinergi lintas sektor, demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.***




