POJOKSATU.id, JAKARTA—Usai berdebat panas dan nyaris adu jotos dengan Rocky Gerung di acara Rakyat Bersuara, Silfester Matutina membawa-bawa asal suku sebagai orang Indonesia Timur.
Menanggapi ini, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, memberikan tanggapan. Menurut Said Didu, Rocky Gerung juga orang Indonesia Timur. Dan tak perlu bawa-bawa asal.
Silfester Matutina merupakan Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) bagian dari Relawan Jokowi di 2019 lalu. Dan saat ini Silfester masuk di TKN Prabowo-Gibran.
Said Didu juga menyinggung soal pernyataan Silfester yang membawa-bawa asal-usul daerah dalam klarifikasi Silfester tersebut.
Said menilai hal itu tidak relevan, mengingat Rocky Gerung juga berasal dari Indonesia Timur, sama seperti dirinya.
"Pak Rocky Gerung juga orang Indonesia Timur, saya juga, terus ngapain bawa-bawa asal?," tegas Said Didu dalam keterangannya di aplikasi X @msaid_didu seperti dilihat, Sabtu (7/9/2024).
Said Didu menganggap bahwa perdebatan seharusnya lebih fokus pada substansi dan argumen, bukan pada asal-usul atau hal-hal pribadi.
Dalam komentarnya, Said Didu juga mempertanyakan sikap Silfester yang merasa dihina.
"Kok dia yang merasa dihina?," ujarnya.
Padahal menurutnya, justru Silfester yang beberapa kali melonatarkan hinaan kepada Rocky Gerung selama perdebatan.
"Lha dia yang menghina Rocky Gerung berkali-kali dengan berbagai jenis hinaan," cetusnya.
Baca Juga: Usai Nyaris Adu Jotos, Rocky Gerung Vs Silfester Matutina Lanjut, Klarifikasi Tak Ada Gunanya
Diketahui, Silfester Matutina, memberikan klarifikasi terkait perdebatan panasnya dengan Rocky Gerung yang terjadi pada Selasa, 3 September 2024.
Dalam sebuah video yang beredar, Silfester menjelaskan bahwa tindakannya terhadap Rocky Gerung merupakan bentuk terapi kejut.
Karena dia merasa selama ini Rocky Gerung sering merendahkan dan menghina banyak orang, termasuk Presiden Jokowi.
"Itu adalah bentuk shock therapy saya kepada Saudara Rocky Gerung yang selama ini selalu memfitnah, merendahkan, dan memaki semua orang di republik ini, termasuk para senior, para akademisi, para pakar, dan juga Presiden Jokowi yang dikatakan tolol dan bangsat," kata Silfester dalam video dikutip pada Jumat (6/9/2024).
Silfester menjelaskan bahwa alasan utamanya mendebat Rocky adalah karena ia tidak bisa menerima penghinaan yang disampaikan oleh Rocky Gerung.
Ia menegaskan bahwa sebagai orang Indonesia Timur, dirinya lebih memilih mati daripada direndahkan.
"Kalau saya sebagai orang Indonesia timur, lebih baik saya mati daripada dihina dan direndahkan seperti itu. Saya berjanji saya akan mengejar orang itu sampai ke lubang tikus mana pun," kata Silfester Matutina.***




