POJOKSATU.id - Mantan Staf Khusus Menteri ESDM sekaligus pegiat media sosial, Said Didu ucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Faisal Basri.

Adapun Faisal Basri yang merupakan Pakar Ekonomi senior meninggal dunia pada Kamis, 5 September 2024 di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta.

Said Didu menyebut Faisal Basri merupakan pejuang rakyat yang pernah mengungkap keterlibatan calon Gubernur Sumut, Bobby Nasution dalam kasus dugaan penyelundupan nikel.

Said Didu berharap kasus dugaan penyelundupan nikel yang melibatkan menantu Presiden Jokowi tersebut tak hilang kendati Faisal Basri telah meninggal.

Baca Juga: LINK STREAMING Arab Saudi vs Indonesia Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kick Off Pukul 01.00 WIB

Hal tersebut disampaikan Said melalui akun X pribadinya, @msaid_didu pada Kamis, 5 September 2024.

“Semoga kasus ini tdk hilang karena kepergian Pak @FaisalBasri,” tulis Said Didu

Dalam unggahan akun X-nya tersebut, Said juga mengunggah ulang video saat Faisal Basri menyebut nama Bobby Nasution dalam pusaran kasus penyelundupan nikel.

Usut punya usut, video tersebut bersumber dari YouTube Channel Bambang Widjojanto yang diunggah pada 13 Agustus 2023 silam.

Dalam acara tersebut, Faisal Basri membahas soal hilirisasi hingga kasus penyelundupan nikel yang melibatkan Bobby bersama Bambang Widjojanto.

Baca Juga: Rayakan Hari Pelanggan Nasional, PNM Ajak Nasabah Go Internasional

Tak hanya Bobby, Faisal juga menyebut nama Airlangga yang diduga turut terlibat dalam kasus penyelundupan nikel tersebut.

“Jadi, pak Luhut diadukan oleh siapa, saya tidak diberi tahu. Kemudian, pak Luhut mengadukan yang saya ingat nama itu Airlangga Hartarto dan Bobby Nasution,” ujar Faisal.

Saat itu, Faisal menyebut bahwa data tersebut berdasarkan laporan KPK. Karena ia turut membantu KPK dalam kasus tersebut.

Lebih lanjut, Faisal juga membeberkan bahwa selain dua nama tersebut. Ada pula seorang Jenderal yang turut terlibat.

Baca Juga: Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin Lepas 160 Kafilah ke MTQ Nasional XXX di Samarinda

“Ada juga Jenderal yang berdomisili di Makassar,” tambahnya lagi, dikutip YouTube Channel Bambang Widjojanto.

Faisal menyebut bahwa kasus tersebut menyebabkan negara mengalami kerugian mencapai ratusan triliunan.

Sebagai informasi, terungkapnya kasus penyelundupan nikel tersebut berawal dari investigasi yang dilakukan Faisal melalui ITC (International Trade Center).

Faisal menyebut bahwa Indonesia memiliki aturan terkait larangan melakukan ekspor biji nikel.

Namun demikian, ia justru menemukan bukti data yang menyebut China melakukan impor biji nikel dari Indonesia.

Data dari China menunjukkan bahwa negara tersebut melakukan import biji nikel dari Indonesia sebesar 5.3 juta ton dalam kurun waktu 2020 sampai 2022. ***