POJOKSATU.id, JAKARTA—Sudah tiga hari usai pendaftaran Pilkada Serentak 2024 ditutup dan Anies gagal maju di Jakarta dan Jawa Barat. Namun anehnya nama Anies tetap menjadi pembicaraan publik saat ini.

Bahkan Partai Perubahan Indonesia menjadi salah satu trending topic di X hingga Minggu (1/9). Topik ini terkait jargon Anies di Pilpres 2024 lalu dan juga rencana Anies hendak membangun ormas atau partai baru.

Anies Baswedan memang menyampaikan pidato politik di akun You Tube pribadinya usai tak mendapat tiket di Pilkada Serentak 2024 baik di Jakarta maupun di Jawa Barat.

Pidato politik ini ditayangkan dengan judul : Catatan Anies Pasca Pilpres dan Pilkada Serentak 2024.

Baca Juga: TRYOUT 15 CONTOH SOAL UKPPPG Guru Tertentu 2024, Hindari Jebakan Jawaban Benar

Menurut Anies, salah satu tujuan besarnya ke depan adalah meningkatkan kesadaran politik dan demokrasi Indonesia. Dia hendak membantu membangun kesadaran politik di kalangan anak muda.

Menurutnya, banyak anak muda dan juga senior-seniornya yang menginginkan Indonesia yang lebih setara, sejahtera, demokrasi lebih sehat, dan memiliki sistem politik yang mengedepankan gagasan.

Bahwa sistem politik saat ini masih agak ringkih, Anies meminta masyarakat untuk terlibat lebih banyak dalam proses politik dan demokrasi di Indonesia.

“Salah satu tujuan besar ke depan adalah meningkatkan kesadaran politik dan demokrasi Indonesia. Membantu kesadaran politik di kalangan anak muda,” tegas Anies seperti dilihat Pojoksatu.id, Minggu (1/9).

Dalam pidato berdurasi sekitar 14 menit ini, Anies juga menyinggung kondisi politik Indonesia kekinian termasuk putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang syarat pencalonan di Pilkada Serentak 2024.

Anies menyampaikan, dia tidak akan bergabung dengan partai politik yang ada saat ini.

Menurutnya, partai-partai yang ada saat ini semuanya nyaris tersandera kekuasaan.

Baca Juga: Bintang Futsal Academy Karawang Lolos ke Babak Final Liga Lively 2024

“Kalau masuk partai, pertanyaannya, partai mana yang sekarang tidak tersandera oleh kekuasaan? Jangankan dimasuki, mencalonkan saja terancam. Agak beresiko juga bagi yang mengusulkan,” kata Anies.

Melihat kenyataan yang ada saat ini, Anies membuka peluang untuk membentuk organisasi masyarakat atau partai politik baru.

"Bila untuk mengumpulkan semua semangat perubahan yang sekarang makin hari makin terasa besar, dan itu menjadi sebuah kekuatan, diperlukan menjadi gerakan, maka membangun ormas atau membangun partai baru mungkin itu jalan yang akan kami tempuh," kata Anies lagi.

Baca Juga: Anies Baswedan Bantah Buat Edaran Pendaftaran Ormas dan Parpol, Ini Klarifikasinya

“Kita lihat, semoga ke depan semoga tidak lama lagi kita bisa wujudkan langkah konkret untuk bisa mewadahi gerakan yang semakin lama semakin membesar ini,” ujarnya lagi.

Menurut Anies, takdirnya sudah tertulis bahwa dia tidak bisa mengikuti konstetasi Pilkada tahun 2024 ini. Dan dia yakin ada hikmah di balik semuanya ini.

Anies juga mengaku menyesal karena tidak bisa mengikuti Pilkada 2024 ini.

"Kalau saya ditanya ada penyesalan atau tidak? Ya ada penyesalan itu,” jelas Anies lagi.

Anies kemudian menyampaikan permintaan maaf ke warga Jakarta karena tak bisa maju di Pilkada Jakarta 2024 ini.

“Para saudara-saudara semua, warga kampung di Jakarta, rakyat miskin kota. Saya minta maaf karena tidak bisa membantu,” kata Anies lagi dalam akun You Tube itu.***