POJOKSATU.id, JAKARTA— Anies Baswedan kalah di Pilpres 2024 dan gagal diusung di Pilkada Jakarta 2024.
Usai gagal Anies Baswedan menyampaikan pidato politiknya dan berencana akan segera bentuk partai baru.
Pidato ini ditayangkan di akun You Tube pribadinya dengan judul : Catatan Anies Pasca Pilpres dan Pilkada Serentak 2024.
Dalam pidato berdurasi sekitar 14 menit ini, Anies menyinggung kondisi politik Indonesia kekinian termasuk putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang syarat dicalonkan di Pilkada Serentak 2024.
Baca Juga: Pertalite Masih Tersedia di 7.516 SPBU, Ini Kata Pertamina
Anies menyampaikan, tidak akan bergabung dengan partai politik yang ada saat ini. Menurutnya, partai-partai yang ada saat ini semuanya nyaris tersandera kekuasaan.
“Kalau masuk partai, pertanyaannya, partai mana yang sekarang tidak tersandera oleh kekuasaan? Jangankan dimasuki, mencalonkan saja terancam. Agak beresiko juga bagi yang mengusulkan,” kata Anies dalam tayangan You Tube itu seperti dilihat Pojoksatu.id, Sabtu (31/8).
Melihat kenyataan yang ada saat ini, Anies membuka peluang untuk membentuk organisasi masyarakat atau partai politik baru.
"Bila untuk mengumpulkan semua semangat perubahan yang sekarang makin hari makin terasa besar, dan itu menjadi sebuah kekuatan, diperlukan menjadi gerakan, maka membangun ormas atau membangun partai baru mungkin itu jalan yang akan kami tempuh," kata Anies lagi.
“Kita lihat, semoga ke depan semoga tidak lama lagi kita bisa wujudkan langkah konkret untuk bisa mewadahi gerakan yang semakin lama semakin membesar ini,” ujarnya lagi.
Menurutnya, banyak anak muda dan juga senior-seniot yang menginginkan Indonesia yang lebih setara, sejahtera, dan demokrasi yang lebih sehat, dan memiliki sistem politik yang mengedepankan gagasan.
Bahwa sistem politik saat ini masih agak ringkih, Anies meminta masyarakat untuk terlibat lebih banyak dalam proses politik dan demokrasi di Indonesia.
“Salah satu tujuan besar ke depan adalah meningkatkan kesadaran politik dan demokrasi Indonesia. Membantu kesadaran politik di kalangan anak muda,” tegasnya.
Menurut Anies, takdirnya sudah tertulis bahwa dia tidak bisa mengikuti konstetasi Pilkada tahun 2024 ini. Dan dia yakin ada hikmah di balik semuanya ini.
“Mungkin ada yang tanya, 'Pak Anies, ada enggak ada penyesalan tidak mengikuti pilkada ini?," kata Anies.
"Kalau saya ditanya ada penyesalan atau tidak? Ya ada penyesalan itu,” jelas Anies lagi.
Anies mengaku, masih banyak warga yang datang kepadanya untuk mengadu. Terlebih saat awal-awal dia tak lagi menjabat sebagai Gubernur Jakarta.
"Lihat warga Kampung Bayam yang terlantar, berat rasanya. Lihat kampung-kampung yang setiap kali kita datang, 'Pak tolong ini dituntaskan', berat rasanya kalau mereka tak bisa mendapatkan penuntasan atas usaha meningkatkan kesejahteraannya," kata Anies.
Anies kemudian menyampaikan permintaan maaf ke warga Jakarta karena tak bisa maju di Pilkada Jakarta 2024 ini.
“Para saudara-saudara semua, warga kampung di Jakarta, rakyat miskin kota. Saya minta maaf karena tidak bisa membantu,” kata Anies lagi dalam akun You Tube itu.
Dalam video itu, Anies mengungkapkan, sejumlah kerabatnya menyarankan agar dirinya berkarier di luar negeri.
Baca Juga: Mantan Menkeu Ini Sebut Orang Indonesia Miskin Karena Kebiasaan Pakai Air Galon
"Ada yang usul ke saya ke lembaga-lembaga internasional, ada yang usul saya untuk mengajar di kampus-kampus di luar negeri. Saya jawab tidak, Insya Allah tidak," jelas Anies.
"Saya tidak akan meninggalkan Indonesia dan bekerja di tempat lain hanya karena situasi yang saya hadapi. Kecintaan pada Indonesia membuat saya tidak akan bisa meninggalkan tanah ini," katanya lagi.
Untuk menutup video pernyataan dan sikapnya ini, Anies kembali mengutip penulis Belanda Rene de Clercq.
Kutipan ini juga pernah dibacakan oleh Mohammad Hatta pada pledoinya di Den Haag, Belanda di tahun 1928.
“Hanya ada satu negeri yang menjadi negeriku. Ia tumbuh dengan perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatanku,” ujar Anies Baswedan mengulang kutipan dalam video itu.***




