POJOKSATU.ID- Bullying meninggalkan jejak mendalam yang sering kali berdampak pada korban jauh setelah insiden terjadi. Dampak jangka panjang dari bullying bisa sangat beragam dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan korban.
Artikel ini menjelaskan efek jangka panjang bullying serta upaya yang dapat dilakukan untuk membantu korban.
1. Trauma Psikologis Berkelanjutan
Korban bullying sering mengalami trauma psikologis yang bisa bertahan lama. Perasaan tidak aman dan tertekan bisa berlanjut hingga dewasa.
2. Gangguan Kecemasan
Kecemasan yang timbul akibat bullying bisa berkembang menjadi gangguan kecemasan jangka panjang. Korban mungkin terus merasa cemas tentang interaksi sosial dan situasi sehari-hari.
Baca Juga: Bullying Kembali Marak, Berikut Dampak Yang di Timbulkan Bagi Psikologis Korban
3. Masalah Kesehatan Fisik
Stres psikologis akibat bullying dapat mempengaruhi kesehatan fisik, seperti menyebabkan gangguan tidur, sakit kepala, atau masalah pencernaan. Masalah ini dapat berlangsung lama.
4. Penurunan Kinerja Akademis dan Profesional
Korban bullying sering mengalami penurunan motivasi dan konsentrasi yang berdampak pada kinerja akademis dan profesional mereka. Hal ini bisa menghambat pencapaian karir di masa depan.
5. Dampak pada Citra Diri
Citra diri korban bullying sering terganggu. Mereka mungkin merasa tidak berharga atau tidak kompeten, yang mempengaruhi harga diri mereka secara keseluruhan.
6. Kesulitan dalam Mengelola Stres
Korban bullying mungkin mengalami kesulitan dalam mengelola stres dan menghadapi tantangan hidup sehari-hari. Ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan emosional mereka.
7. Kesulitan dalam Mengatasi Konflik
Kemampuan untuk mengatasi konflik dengan cara yang sehat dapat terpengaruh. Korban bullying mungkin merasa sulit untuk menyelesaikan perselisihan tanpa merasa terancam.
8. Dampak pada Kesehatan Mental Jangka Panjang
Dampak jangka panjang dari bullying sering kali mempengaruhi kesehatan mental secara keseluruhan, meningkatkan risiko gangguan mental di kemudian hari, seperti PTSD.
Baca Juga: Mantan Menkeu Ini Sebut Orang Indonesia Miskin Karena Kebiasaan Pakai Air Galon
9. Trust Issue
Trust issue merupakan kondisi ketika seseorang sulit memercayai orang-orang yang ada di sekitarnya. Kondisi ini rentan dialami oleh korban bullying karena mereka khawatir akan mendapatkan perlakuan buruk kembali bila menaruh kepercayaan terhadap orang lain.
Bahkan, bila tidak segera diatasi, korban bullying yang mengalami trust issue cenderung akan menutup dirinya dan enggan bersosialisasi dengan orang lain.
10. Memiliki Pikiran untuk Balas Dendam
Dampak bullying terhadap psikologi korban berikutnya adalah memiliki pikiran untuk balas dendam. Hal ini perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan seseorang melakukan tindakan kekerasan pada orang lain untuk melimpahkan kekesalannya.
Untuk menghindari hal-hal seperti diatas, penting bagi para orangtua untuk ikut andil dalam proses perkembangan anak. Salah satunya dengan komunikasi 2 arah yang dilakukan kepada anak.
Biasakan untuk membuat anak bercerita mengenai keseharian yang dialaminya supaya sebagai orangtua, bisa menganalisis apakah anak anda menjadi korban bullying atau tidak. ***



