POJOKSATU.id, JAKARTA --Airin Rachmy Diani dengan sangat emosional menegaskan dirinya tetap kader Golkar meski kali ini diusung PDIP di Pilkada Banten 2024.
Airin tiba-tiba saja dicoret Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia dari rekomendasi calon gubernur Banten, padahal Airin sudah sejak 3 tahun lalu ditugaskan Airlangga Hartarto untuk maju.
Usai ditolak Golkar, pasangan Airin-Ade resmi dideklarasikan PDIP pada Pilkada Banten 2024, Minggu (24/8/2024) di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Minggu (25/8/2024).
Baca Juga: Tiba-tiba Bahlil Coret Airin Rachmi Diany di Pilkada Banten, Malah Dukung Kader Gerindra dan PKS
Meski diusung partai Banteng, Airin mengaku masih Kader Golkar usai pemberian rekomendasi dukungan dari PDIP.
"Doakan saya istiqomah, saya masih kader partai Golkar, dan bagi saya, politik adalah tools untuk memberikan kemaslahatan bagi masyarakat dan saya punya prinsip begitu," katanya.
"Hampir 2 atau 3 tahun lalu, saya mendapatkan surat penugasan untuk ikut dalam kontestasi pilkada Gubernur Banten untuk sosialisasikan dan semuanya sudah saya lakukan," katanya lagi.
Menurutnya, sudah ada SK resmi untuk pengusungan dia dan Ade saat kepemimpinan Airlangga Hartarto, tetapi waktu itu, mereka diminta menunggu untuk berbarengan dengan daerah lain.
Baca Juga: BRI Jadi Pionir Ekonomi Sirkular, Ubah Sampah Jadi Aset Berharga
Dia meyakini Golkar akan mengambil sikap yang tepat terkait dirinya yang tetap maju di Pilgub Banten dengan usungan dari PDI Perjuangan.
"Sekali lagi politik itu dinamis, saya yakin soal langkah Golkar ke depannya, Insya Allah akan baik, karena saya dan keluarga besar lahir dari Golkar, kami berkontribusi untuk membesarkan Golkar di Banten," ungkapnya.
Sampai hari ini, dia selalu melakukan apa yang ditugaskan oleh Partai Golkar.
Baca Juga: Upacara Pembukaan PON XXI Aceh-Sumut Diundur, Panitia Besar Berharap Jadi Momentum Bersejarah
"Bahkan skep (Surat keputusan) sudah ditandatangan oleh Pak Airlangga dan pak Lodewijk (eks Sekjen Partai Golkar), sebelum kejadian DPP Golkar dan harus menunda deklarasi karena ada beberapa momen yang harus diselesaikan oleh Partai Golkar," sambung Airin.
Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah, Minggu (25/8) mengatakan, dia bersama Airin telah menjumpai Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Sekjen Golkar dan beberapa petinggi partai Golkar lainnya.
Dan disampaikan bahwa SK rekomendasi, dengan berat hati, dan mohon maaf, tidak bisa diberikan ke Airin Rachmi Diany.
"Kami selaku kader harus memahami dan Ketum sampaikan ini buat keselamatan Partai Golkar," ujar Ratu Tatu kepada wartawan di ICE BSD, Tangerang, Minggu (25/8/2024).***




