POJOKSATU.id, SEMARANG— Dokter muda Aulia Risma Lestari meninggal diduga bunuh diri (bundir) di kamar kosnya akibat perundungan saat menjalani program pendidikan dokter spesialis di RSUP Semarang.

Kemenkes mengambil sikap tegas memutuskan atau menghentikan sementara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Prodi Anestesi Undip Semarang di RSUP Kariadi.

“Penghentian program studi sementara tersebut terhitung mulai tanggal surat ini dikeluarkan,” kata surat Kemenkes, Kamis (15/8).

Surat pemberhentian sementara ini ditujukan kepada Dirut RSUP Dr Kariadi. Surat dikeluarkan dan ditandatangani Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Dr Azhar Jaya.

Baca Juga: Terungkap, Kesaksian Penjaga Kos dan Isi Buku Harian Dokter Muda Semarang Sebelum Bundir

“Disampaikan kepada saudara untuk menghentikan sementara program studi Anestesi di RSUP Dr. Kariadi,” tulis Azhar, Kamis.

Penghentian sampai ada investigasi lebih lanjut serta langkah yang dapat mempertanggungjawabkan kasus tersebut oleh jajaran direksi dan FK Undip.

Kemenkes juga meminta Direksi RSUP Dr Kariadi dan Fakultas Kedokteran Undip untuk menginvestigasi kasus ini.

“Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan sudah melakukan langkah-langkah cepat dengan mengeluarkan surat yang kita sebut dengan pemberhentian sementara program anestesi di Rumah Sakit Kariadi," ungkap Jubir Kementerian Kesehatan, M Syahril.

Baca Juga: Jokowi Bakal Sampaikan Dua Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR/DPR, Berikut Agendanya

“Sehubungan dengan dugaan terjadinya perundungan pada salah satu peserta didik prodi Anestesi Undip,” jelas Syahril, Kamis.

Diberitakan sebelumnya dokter muda Aulia Risma Lestari ditemukan tewas di kamar kosnya di Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin, 12 Agustus 2024 sekitar pukul 23.00 WIB.

Korban meninggal diduga bundir karena obat penenang yang disuntikannya sendiri oleh korban ke tubuhnya.

Kompol Agus Bantah Bundir

Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Agus Hartono, membantah dugaan kematian Aulia disebabkan oleh bunuh diri.

Ia menjelaskan bahwa Aulia mungkin telah salah mengonsumsi obat, yang semula digunakan untuk membantu tidur.

Menurutnya, obat tersebut seharusnya digunakan dengan infus, namun korban menggunakannya secara langsung pada lengan, yang diduga menjadi penyebab utama kematian.

"Dia sempat tidak kuat dalam arti otaknya udah ambyar ngurusin pelajarannya wes abot, urusan senior berat, dia mungkin pakai obat yang bisa melemaskan otot, roculax. Jadi seharusnya obat itu pake infus, kata dokter,” ujarnya.

“Tapi dia pakai sedikit ke lengannya itu biar bisa tidur, bukan bundir. Namanya obat keras dia mungkin mikir itu kasih dikit biar dia bisa tidur, dia makainya malam pas mau tidur akhirnya kebablasan," kata Agus.***