POJOKSATU.id, JAKARTA—Sebuah video viral di Instagram dan X (Twitter) dimana Menteri PUPR Basuki Hadimuljono atau Pak Bas disela pembicaraannya oleh Wamen Raja Juli Antoni.

Sikap Raja Juli ini pun dianggap tak sopan. Raja Juli menjabat sebagai Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang sejak 15 Juni 2022 dan memiliki jabatan juga di IKN.

Raja Juli juga merupakan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dimana yang menjadi Ketua Umum PSI adalah Kaesang Pangarep putra bungsu Jokowi.

Salah satu akun yang mengunggah ini adalah frix.id di laman Instagram. Dalam narasinya disebutkan, Raja Juli yang merupakan politisi PSI ini menjadi sorotan usai menyela wawancara Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Men PUPR).

Baca Juga: Menteri Intelijen Iran Sebut Pembunuhan Eks Perdana Menteri Palestina Dapat Lampu Hijau Amerika

Sikap Raja Juli saat menyela Basuki Hadimuljono mendapat kritikan dari banyak orang.

Tidak sedikit netizen yang mengaitkan jabatan yang diberikan kepada Raja Juli yakni Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membuatnya tidak sopan terhadap Pak Basuki.

Namun di akhir wawancara dengan media ini, Pak Bas terlihat tertawa sambil menunjuk Wamen ATR Raja Juli Antoni.

"Ini orang politik nih, orang politik," seloroh Pak Bas di akhir video yang viral itu.

Raja Juli Berujung Minta Maaf

Wamen ATR Raja Juli Antoni minta maaf usai dinilai memotong pembicaraan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Baca Juga: Pemkab Rejang Lebong Buka Pendaftaran CPNS 2024 Mulai Minggu Ketiga Agustus

Permintaan maaf ia sampaikan saat ditemui di GOR Bulu Tangkis Flypower, Kebayoran Lama, Jaksel, Jumat (2/8).

"Kalau kita melihat video utuh, Pak Basuki justru mempersilakan saya untuk bicara. Namun kalau memang saya dianggap enggak sopan, ya Pak Bas itu orang tua saya, saya mohon maaf kepada Pak Bas. Dan dari hati yang tulus, kalau benar memang itu, saya mohon maaf," ujar Raja Juli ke wartawan.

Dia mengaku meminta maaf atas hal itu. Kendati demikian kader PSI itu memastikan bahwa tindakannya itu merupakan permintaan oleh Basuki sendiri.

"Sejak awal juga sudah meminta saya untuk 'Pak Wamen, Pak Waka, tolong nanti ditambahkan aspek-aspek yang dari saya (yang) miss'. Jadi sekali lagi saya mohon maaf kalau itu betul-betul terjadi," kata Raja Juli Antoni lagi.***