Baca Juga: Sungguh di Luar Nurul Nggak Habis Fikri, SYL Divonis Ringan karena Punya Banyak Penghargaan

POJOKSATU.id - Bakal calon Gubernur Jawa Barat dari Partai Nasdem, Ilham Akbar Habibie sebut inovasi merupakan kunci utama bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di Jawa Barat untuk naik kelas.

Hal itu disampaikan Ilham Habibie saat mengunjungi sentra industri golok di Desa Mekarmaju, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Kamis 11 Juli 2024.

Menurutnya, ada beberapa persoalan yang kini dihadapi pelaku industri logam di sana.

Salah satunya adalah soal keamanan dalam melaksanakan pekerjaan mereka.

Baca Juga: 12 Kabar Gembira, Mulai dari Seragam PPPK sampai Kontrak Kerja PPPK tapi Honorer Siap-siap Tidak Punya Penghasilan 5 Bulan

Untuk itu, menurutnya, kedepan di perlukan inovasi untuk menjamin pekerja di wilayah itu.

"Tadi saya mendengar ada sedikit faktor ketidakamanan karena kadang-kadang palunya itu bisa saja lepas dan sebagainya." kata dia.

"Ini harus kita pelajari untuk membuat itu lebih aman, karena tentu, keamanan, daripada operator dan manusia yang bekerja di industri kecil ini sangat penting, harus diutamakan," sambung Ilham.

Dia juga menyebut salah satu hal yang kini jadi persoalan di kawasan industri rumahan tersebut adalah mulai kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca Juga: SYL Hargai Keputusan Vonis 10 Tahun Penjara : Itu Sudah Menjad Konsekuensi, Mungkin Saya Salah, tapi Semua Demi Bangsa dan Negara

Itu lantaran generasi muda mulai enggan bekerja menjadi pandai besi.

"Saya kira tadi memang disampaikan oleh Kepala Desa bahwasanya salah satu tantangan yang dihadapi adalah SDM yang mau berkecimpung di bidang ini," ujarnya.

Ilham mengakui, menjadi pandai besi memang pekerjaan berat dan tidak mudah dilakukan.

"Saya sendiri juga coba, enggak kebayang ya kalau sepanjang hari, ketuk palu dengan beban 5 kilogram kalau tiap hari capek juga," ungkap dia.

Karena itu, harus ada ide dan inovasi penggunaan mesin.

"Tadi pun sudah ada ya contohnya mesin yang buatan sendiri," kata dia.

Dengan menggunakan mesin sebagai alat bantu, bisa sekaligus menyiasati faktor SDM yang makin berkurang di sentra industri tersebut.

Kendati begitu ia menegaskan bahwa peran manusia tetap tidak bisa digantikan oleh mesin di beberapa bidang produksi.

Baca Juga: Kabupaten Cirebon Bersiap Gelar PORKAB dan Tarkam: Ajang Prestasi dan Kebersamaan Warga

"Tapi saya tetap berpikir (peran) manusia itu jangan sampai hilang, karena pasti dibutuhkan entah sebagai operator mesin atau lainnya yang sifatnya manual, jadi tetap penting," jelas dia.

Untuk mencapai inovasi tersebut, salah saatunya dapat dilakukan lewat kolaborasi dengan berbagai pihak.

Termasuk para akdemisi yang ada di Jawa Barat. "Bayangkan kita disini misalnya dengan orang-orang dari universitas, dari politeknik, dari SMK.

"Mereka kan punya keahlian, keterampilan di bidang-bidang teknis," jelas dia.

"Sehingga keperluan akan inovasi ini bisa kita buat sendiri, namanya inovasi lokal jadi menggunakan kearifan lokal," lanjut dia.

Baca Juga: Sungguh di Luar Nurul Nggak Habis Fikri, SYL Divonis Ringan karena Punya Banyak Penghargaan

Selain pentingnya inovasi, persoalan modal pun menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh pelaku industri hari ini.

Hal itu terungkap saat kunjungannya ke Kampung Gamis dan Kampung Jins di Soreang.

Di mana ada beberapa pelaku usaha yang terpaksa gulung tikar lantaran kesulitan mendapat modal.

"Untuk bisa membantu sebanyak mungkin UMKM, tentu peran pemerintah daerah di situ krusial, meski bukan bank Pemda tentu punya pengaruh pada bank untuk memudahkan pemberian modal usaha ini," jelasnya.

Menurutnya, sektor modal bagi IKM menjadi salah satu yang musti dikuatkan kembali oleh pemerintah daerah.

"Ada juga tadi keluhan soal birokrasi pemerintahan yang oleh ikm dirasa masih sering memberi hambatan dalam pelayanan ketika diperlukan," jelasnya.

"Soal ada pelayanan kita semua tahu, tapi kadang jawaban dalam pelayanan itu tidak sesuai dengan waktu yang dibutuhkan oleh ikm sehingga perlu ditelusuri lagi akar masalahnya agar kehadiran pemerintah dapat lebih berdampak pada UMKM yang ada di daerah maupun Indonesia," pungkasnya.***