POJOKSATU.id - Tersangka pembakaran rumah wartawan di Karo, Sumut, diyakini akan berhenti pada sosok Bebas Ginting saja.
Akan tetapi sosok di belakang Bebas Ginting tidak akan pernah bisa 'disentuh'.
Demikian firasat Dahlan Iskan yang dituangkan dalam tulisannya berjudul 'Rantai Ginting' dikuti Pojoksatu.id dari Disway.id, Kamis 11 Juni 2024.
Dalam kasus pembakaran rumah wartawan Rico Sempurna Pasaribu, polisi telah menetapak tiga tersangka.
Dua tersangka ditangkap lebih dulu, yakni Yunus Syahputra Tarigan als Selawang dan Rudi Apri Sembiring.
Sementara ketiga, yakni Bebas Ginting, ditetapkan sebagai tersangka kemudian.
Bebas Ginting adalah sosok yang membayar Rudi dan Yunus membakar rumah wartawan Tibrata TV Online Rico Sempurna Pasaribu, di Kabanjahe.
"Gintinglah yang membayar sopir angkot dan kuli serabutan untuk membakar rumah Rico," tulis Dahlan Iskan.
Akibat kebakaran itu, seluruh isi rumah terbakar habis.
Bersama 3 keluarga Rico. Yakni istri, anak dan cucunya.
"Sebenarnya ada satu barang bukti lagi yang masih dicari: cincin kawin yang dikenakan di jari manis istri Rico. Belum ditemukan," sambungnya.
Dalam tulisan itu, Bebas Ginting digambarkan sebagai orang yang sangat ditakuti di Karo.
"Semua orang tahu namanya, tapi takut mengucapkannya: ia preman nomor satu di seluruh Karo. Atau, bahkan, di atas nomor satu."
"Semua orang Karo tahu siapa yang berkuasa di kawasan pasar. Siapa pula di kawasan terminal. Dan seterusnya," kata Dahlan Iskan.
Menurutnya, bagi Bebas Ginting, berurusan dan ditangkap polisi adalah hal yang biasa.
"Bagi Bebas Ginting ditangkap polisi sudah biasa. Itu bagian dari kejagoannya," sambungnya.
Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah polisi bisa mengugkap sosok di belakang Bebas Ginting.
Hal itulah yang diragukan Dahlan Iskan dalam tulisan tersebut.
Sebaliknya, ia meyakini jumlah tersangka tidak akan bertambah lagi dan berhenti pada Bebas Ginting saja.
"Maka perkara ini pun, menurut firasat saya, akan berhenti sampai di Ginting. Tidak akan bisa sampai ke siapa yang membayar Ginting, kalau ada," sangsinya.
Melengkapi tulisannya, Dahlan Iskan juga menghubungi sejumlah wartawan di Karo.
Wartawan-wartawan tersebut ditanya apakaha Rico pernah mengaitkan Bebas Ginting sebagai beking judi dan narkoba.
"Mereka menjawab kompak: tidak. Rico memang bertubi-tubi menyerang backing judi dan narkoba di Karo tapi tidak pernah menyebut nama Bebas Ginting," beber dia.
Dahlan Iskan menilai, hal inilah yang cukup aneh.
Sebab Bebas Ginting sejatinya tidak ada hubungan atau permasalahan dengan wartawan Rico Sempurna Pasaribu itu.
"Logikanya: Bebas Ginting tidak ada urusan dengan Rico sebagai wartawan TribrataTV Online. Lalu untuk apa Rico membayar dua orang itu untuk membakar rumah Rico," papar dia.
Dahlan Iskan juga berusaha menghungi wartawan yang mengantarkan Rico pulang pukul 00.00 WIB sebelum kejadian pada 27 Juni 2024.
Tapi masih belum tersambung.
"Ia masih belum mau keluar rumah. Ia masih trauma," kata Dahlan Iskan.***




