POJOKSATU.id - Fakta terungkap, usai paksa Cindra Aditi melayani nafsu birahinya, Hasyim Asy'asri khutbah di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) singgung sifat kebinatangan.

Seperti diketahui, Hasyim Asy'asri sudah mulai merayu Cindra Aditi Tejakinkin saat pertama kali bertemu dalam bimtek di Bali.

Cindra Aditi Tejakinkin adalah salah satu anggota PPLN Den Haag (Panitia Panitia Pemilihan Luar Negeri).

Dilanjutkan dengan pertemuan di sebuah cafe di Jakarta Selatan pada 2 Agustus 2023.

Baca Juga: Profil Cindra Aditi Tejakinkin yang Bikin Hasyim As'ari Dipecat sebagai Ketua KPU RI: Profil, Biodata, Instagram dan X

Usai pertemuan itu, Hasyim terus berkomunikasi secara intens dengan Cindra meski saat itu korban sudah kembali ke Den Haag.

Pada 16 September 2023, Hasyim membelikan tiket pesawat untuk Cindra dari Belanda ke Indonesia serta menyediakan apartemen di Suit Kuningan, Jakarta Selatan.

Cindra oleh Hasyim ditempatkan di unit 705 Oakwood Suite Kuningan berdekatan dengan unit 706 yang ditempati Hasyim.

Kemudian di awal Oktober 2023, PPLN Den Haag menggelar Bimtek di Amsterdam.

Baca Juga: Harta, Tahta, Wanita: Berikut Sepak Terjang Ketua KPU Hasyim Asy'ari, Karir Dibangun Bertahun-tahun Hancur Sesaat

Momen itu dimanfaatkan Hasyim untuk makin mendekati Cindra.

Sebelum kedatangan Hasyim, Cindra meminta tolong membawakan beberapa barang yang tertinggal di Jakarta.

Dalam komunikasi itu, Hasyim mulai melancarkan rayuan bernada pelecehan dengan menyebut CD.

CD dimaksud adalah celana dalam.

Akan tetapi Cindra menegaskan tidak ada celana dalam pada daftar barang yang dititipkan.

"Ohw...maaf keselip hahaha," jawab Hasyim dalam chat tersebut.

Di sela Bomtek PPLN Den Haag itulah tindakan asusila Hasyim dilakukan.

Tepatnya di Van Der Valk Hotel Amsterdam, Belanda, di hotel tempat Cindra menginap.

Baca Juga: Pengakuan Cindra Aditi Tejakinkin jadi Korban Hasyim Asy'ari Penjahat Kelamin, Ada Pergolakan dalam Hati

Yakni pada 3 Oktober 2023, Hasyim mendatangi kamar yang ditempati Cindra diawali perbincangan di ruang tamu kamar hotel.

Di tengah obrolan tersebut, Hasyim mulai merayu Cindra agar mau berhubungan badan dengan dirinya.

Cindra terus menolak dan berusaha menghindar.

Akan tetapi Hasyim Asy'ari kemudian memaksa Cindra Aditi Tejakinkin sampai akhirnya hubungan badan tersebut benar-benar terjadi.

Usai kejadian tersebut, tepatnya pada momen Idul Adha 17 Juni 2024, Hasyim Asy'ari berkhutbah di depan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Hasyim Asy'ari Malah Hepi Usai Dipecat Terbukti Penjahat Kelamin: Terima Kasih DKPP Membebaskan Saya

Saat itu Presiden melakukan salat Idul Adha di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang.

Ironisnya, dalam khutbah di depan Presiden, Hasyim menyinggung soal sifat kebinatangan.

Saat itu Hasyim menyebut, ada dua makna dalam menyembelih hewan kurban.

"Yang pertama, sifat-sifat kebinatangan yang terdapat dalam jiwa manusia harus dikorbankan dan disembelih," ucapnya di mimbar khutbah.

Sementara yang kedua, bahwa jiwa dan perbuatan seseorang harus dilandasi dengan tauhid iman dan takwa.

Dia juga menyebut sangat banyak sifat kebinatangan yang terdapat dalam diri manusia.

Diantaranya sifat mementingkan diri sendiri, sombong, mengangap hanya dirinya dan golongannya yang selalu benar.

Serta sifat yang memperlakukan manusia yang bukan golongannya sebagai mangsa atau musuh.

Baca Juga: Ngerinya Ketua KPU Ajak Paksa Intim Cindra Aditi di Den Haag, Ternyata Rayuannya Mulai dari Jakarta

"Sifat kebinatangan yang selalu curiga. Menyebarkan informasi yang tidak benar, fitnah, rakus, tamak dan ambisi yang tidak terkendalikan," ucap dia.

"Tidak mau melihat kenyataan hidup, tidak mempan diberi nasihat, tidak mampu mendengar teguran, dan lain-lain," sambungnya.

Sementara, melalui pesan tertulis, Cindra Aditi Tejakinkin mengaku sangat mengapresiasi putusan DKPP yang telah menangani perkara tersebut dengan sangat adil dan transparan.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada DKPP yang telah menangani dugaan pelanggaran kode etik oleh Ketua KPU dengan mengedepankan prinsip keadilan, kemandirian, imparsialitas, dan transparansi," ujarnya dalam keterangan dikutip Pojoksatu.id, Kamis 4 Juli 2024.

Dia menyatakan, dirinya harus mengumpulkan keberanian yang cukup besar untuk mengadukan Hayim Asy'ari ke DKPP.

Baca Juga: Kemesraan Cindra Aditi Tejakinkin dengan Ketua KPU Terungkap di Sidang DKPP Usai Intim di Den Haag

Akan tetapi jika tidak dilaporkan, maka dirinya akan terus teringat pada ketidakberdayaan yang dialaminya saat itu.

"Namun, alhamdulillah, berkat dukungan dari berbagai pihak, saya dapat bertahan dan terus memperjuangkan keadilan," beber dia.

Keputusan DKPP ini juga disebutnya jadi bukti nyata bahwa tidak ada satupun orang yang tidak bisa dijerat dengan hukum.

Kendati sekalipun orang tersebut memiliki posisi dan jabatan tinggi.

"Putusan ini merupakan bukti nyata bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum, sekalipun pihak tersebut menduduki jabatan tinggi," tandasnya.***