POJOKSATU.id, BANDUNG— Hasil autopsi (otopsi) Dimas Yonathan Tarigan yang meninggal gantung diri di flyover Cimindi menunjukkan waktu kematiannya dalam kondisi tergantung diperkirakan sekira pukul 02.30 WIB hingga 06.00 WIB atau selama 3-4 jam.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Abdul Rahman membeberkan hasil autopsi guru SMK Sangkuriang 1 Cimahi Jawa Barat ini ke wartawan beberapa hari lalu.
Polisi juga memperkirakan aksi gantung diri Dimas Yonathan di flyover Cimindi dilakukan sekira pukul 01.30 WIB, Jumat (28/6).
Sedangkan untuk bekas luka pada tubuh Dimas hanya berada di leher akibat jeratan tali nilon yang terpasang. Sementara untuk bagian tubuh lainnya tidak ditemukan luka-luka akibat tindakan kekerasan.
“Disitu juga dokter menjelaskan akibat, organ lainnya kan dilakukan otopsi. Di dalam organ lainnya ditemukan tanda mati lemas,” ujarnya.
“Tanda-tanda mati lemas kemudian terdapat diameter akibat lilitan nilon,” kata Kasat Reskrim lagi.
Menurut Kasat Reskrim, tidak ada luka-luka di bagian tubuh lainnya. Artinya tidak ada kekerasan pada tubuh korban.
Diketahui, autopsi adalah pemeriksaan jenazah setelah kematian untuk mengetahui penyebab dan cara kematian, serta untuk mengetahui penyakit atau cedera yang mungkin terjadi.
Tak Ada Sikap Aneh di Sekolah
AKBP Abdul Rahman juga mengatakan korban tidak menunjukkan sikap yang aneh atau tetap beraktivitas seperti biasanya sebelum bunuh diri. Dimas mengerjakan aktivitas rutin.
"Iya rutin tidak ada aneh-aneh tidak ada menunjukan perbedaan. Keterangan dari pihak sekolah orangnya humoris artinya tidak ramai gitulah, artinya friendly banget," kata Rahman.
Terlebih, korban juga dikenal bisa bermain alat musik dan memiliki grup band. Sehingga, dapat menghibur orang banyak.
"Dia juga jadi penghibur di situ , karena dia bisa main musik, punya grup band sambil mengajar mungkin bersosialisasi dengan siswanya bisa lewat seni atau gimana. Jadi tidak ada cerita dia begini-begini tidak ada. (Jadi normal) Ya," ujarnya.***




