POJOKSATU.id, JAKARTA—Kapolri Jenderal Listyo Sigit memerintahkan anak buahnya agar menyelesaikan kasus Vina Cirebon betul-betul ditangani tuntas, profesional, transparan.

Penuntasan kasus Vina Cirebon ini agar memberi rasa keadilan bagi siapapun. Kapolri juga meminta agar kasus ini diselesaikan dan semuanya dilengkapi dengan scientific crime investigation.

"Kita minta bahwa ini menjadi perhatian publik. Hingga kita minta semuanya untuk turun melihat peristiwa yang terjadi, walaupun saat ini sebenarnya kasus tersebut sudah ada di pengadilan ya. Sudah ada putusan inkrah, kasasi, namun kami minta untuk didalami," tegas Kapolri, Sabtu (22/6/2024) di Jakarta.

Jenderal Sigit mengaku telah memerintahkan Polda Jawa Barat mengedepankan metode scientific crime investigation dalam menangani kasus tersangka Pegi Setiawan.

Baca Juga: Bursa dan Prediksi Skor Belgia vs Rumania 23 Juni: Saatnya Setan Merah Unjuk Gigi

"Tentunya ini ada proses yang sedang dilaksanakan oleh Polda Jawa Barat terkait penanganan Pegi ini juga menjadi perhatian publik, saya minta untuk itu juga, apabila memang betul diproses, maka alat buktinya harus cukup dan tentunya akan lebih baik apabila semuanya dilengkapi dengan scientific crime investigation," terang Sigit.

"Artinya itu adalah bukti yang tidak terbantahkan. Namun tentunya ada alat-alat bukti, barang bukti lain yang juga tentunya diatur dalam KUHP yang harus dilengkapi oleh rekan-rekan," imbuhnya.

Lebih jauh, Sigit memastikan pihaknya akan menangani perkara tersebut dengan tuntas dan transparan. Terlebih, kata dia, perkara ini telah menjadi perhatian publik.

"Saya kira kami minta agar kasus tersebut betul-betul ditangani secara tuntas, profesional, transparan, karena ini menjadi perhatian publik, berikan rasa keadilan," pungkas dia.

Baca Juga: Viral Pengunjung Berikan Makan Plastik ke Mulut Kuda Nil, Manajemen Taman Safari Indonesia : Kejadian Ini Tidak Dapat Ditolelir

Berita sebelumnya, Jenderal Sigit mencontohkan pembuktian kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 2016 yang tidak menggunakan hal metode scientific crime investigation sehingga menimbulkan banyak persepsi di masyarakat.

Jenderal Sigit menekankan pentingnya penyidik yang profesional dan mengedepankan scientific crime investigation.

Melalui cara tersebut, lanjut Jenderal Sigit, pengungkapan perkara menjadi lebih terang dan tidak terbantahkan.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut Pajero Tabrak Pantat Truk di Tol Semarang-Batang, Identitas 4 Orang Tewas dari Blitar

Dia mencontohkan dalam pengungkapan kasus pembunuhan dokter Mawartih di Papua, berdasarkan scientific crime investigation, pelaku berhasil diidentifikasi dengan hasil pengujian sampel DNA pada barang bukti.

Namun, pada kasus pembunuhan Vina dan Eky, pembuktian awal tidak didukung dengan scientific crime investigation sehingga timbul isu persepsi negatif terdakwa mengaku diintimidasi, korban salah tangkap, dan penghapusan dua DPO yang dianggap tidak profesional.

"Oleh karena itu, lakukan penegakan hukum secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan melalui penyidikan berdasarkan scientific crime investigation untuk mengungkap suatu perkara pidana," tegas Jenderal Sigit dalam amanatnya yang dibacakan Wakapolri Komjen Agus Andrianto dalam pidato sambutan di acara Penutupan Pendidikan & Wisuda Sarjana Ilmu Kepolisian Program Pendidikan S1 dan Program Pendidikan Pascasarjana S2 serta S3 STIK-PTIK, Kamis (20/6/2024).***