POJOKSATU.id - Gegara tenda tidak layak, jamaah haji Kota Bogor yang tengah menunaikan ibadah haji di tanah sucir terpaksa tidur seperti ikan asin.
Bahkan tidak sedikit jamaah haji Kota Bogor yang tidur sambil duduk karena tidak kebagian tempat.
Tidak hanya itu, ada juga sejumlah jamaah haji Kota Bogor yang terpaksa tidur di lorong Maktab Mina.
Video kondisi jamaah tersebut diunggah tokoh Kota Bogor, Hazairin Sitepu, melalui akun Instagram pribadinya.
Baca Juga: Menguji Kecerdasan Nusuk Haji
Dalam video tersebut, terlihat salah seorang jamaah yang menyampaikan protes kepada petugas.
"Tolong fasilitasi kami, jangan cuma nanya seperti itu," ujar jamaah tersebut sembari ditenangkan oleh jamaah lain.
"Anda itu ditugaskan untuk memfasilitasi kami. Selesaikan permasalahan kami. Kami ada kesulitan," sambung jamaah pria tersebut.
Jamaah tersebut juga sudah terlihat tidak lagi bisa menahan kesabaran dengan kondisi tenda yang tidak layak tersebut.
Baca Juga: Beginilah Rangkaian Prosesi Wukuf Jemaah Haji Indonesia Selama di Arafah
"Bermasalahnya bukan di pembagiannya, pak. Tapi tempatnya ini sangat sempit, pak," jelas seorang petugas.
Pada video juga terlihat seorang petugas lokal tengah memberikan penjelasan kepada petugas asal Indonesia.
Dalam video tersebut terlihat jamaah haji Kota Bogor tidur dengan posisi tidak teratur dan berdesak-desakan.
Ada juga beberapa jamaah yang hanya bisa duduk karena tempat yang sudah tidak cukup.
"Jamaah haji Kota Bogor memprotes kondisi tenda jamaah di Mina," tulis @hazairinsitepu, dikutip Pojoksatu.id, Senin 17 Juni 2024.
Dijelaskan bahwa tenda tempat jamaah tersebut berukuran 10 x 12 meter. Akan tetapi diisi oleh 160 jamaah.
"Itu menyebabkan puluhan jamaah harus tidur di lorong Maktab. Di dalam tenda ada yang bahkan tidur sambil duduk karena space tidak cukup untuk berbaring," ungkap dia.
"Di dalam tenda ada yang bahkan tidur sambil duduk karena space tidak cukup untuk berbaring," sambungnya.
Sebagai informasi, 160 jamaah haji Kota Bogor tersebut tergabung di KBIHU YPHB dengan Kloter 49 Jks dan berada di Maktab 44.
"Saya menyaksikan memang ada jamaah yang kesulitan tidur berbaring karena tenda yang sangat sempit," ungkap Hazairin.
Kondisi tersebut tentu saja sangat tidak sehat bagi jamaah, terutama jamaah perempuan dan berusia lanjut.
Disebutkan pula bahwa kondisi tersebut sudah dilaporkan.
"Keadaan itu sudah disampaikan ke ketua kloter sejak pagi dan pihak Maktab 44, tetapi sampai pukul 10 malam belum ada pemecahan," tandasnya.***




