POJOKSATU.id - Penangkapan Pegi Setiawan atau Pegi alias Perong oleh Polda Jawa Barat tidak lantas membuat kasus pembunuhan Vina Cirebon makin benderang.
Sebaliknya, publik malah menilai bahwa polisi telah melakukan salah tangkap karena Pegi Setiawan diragukan sebagai salah satu DPO kasus Vina Cirebon.
Bagi warganet, keraguan itu didasarkan pada beredarnya foto-foto sosok Egy atau Egi, yang disebut-sebut sebagai otak pembunuhan Vina Cirebon.
Sebab foto Pegi Setiawan yang ditangkap polisi jauh berbeda dengan foto-foto Egy atau Egi.
Salah satu yang mencolok adalah pada bagian telinga dimana dalam foto yang beredar, Egy mengenakan ring pada kedua telinganya.
Sehingga dipastikan jika ring tersebut dilepas, maka akan menunjukkan daun telinga bagian bawah yang bolong cukup besar.
Selain itu, penampakan Egy pada foto-foto tersebut memiliki warna kulit yang lebih putih dan terlihat cukup terawat.
Berbeda dengan Pegi Setiawan yang memiliki kulit sawo matang gelap dan wajah kasar karena tidak cukup perawatan akibat jerawat.
Selain itu Pegi Setiawan juga tidak memiliki lubang pada kedua daun telinganya.
Dikutip Pojoksatu.id dari kanal Youtube Nit Not, ibunda Pegi Setiawan, Kartika, tegas membantah anaknya merupakan pelaku pembunuhan Vina Cirebon.
Ia menceritakan, dirinya menemui Pegi di Polda Jawa Barat, usai mendengar kabar penangkapan anak pertamanya itu.
Kepada ibunya, Pegi bersumpah tidak pernah melakukan tindakan keji dan sadis yang dituduhkan kepada dirinya.
Pegi juga menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah terlibat dalam pembunuhan Vina Cirebon dan kekasihnya, Eki.
"Saya tidak melakukan sekeji itu, anak saya menjawab seperti itu," kata Kartini.
Dalam kesempatan itu, Pegi juga menyempatkan diri meminta maaf, jika nantinya ia harus meregang nyawa.
"Ma, kalau nanti Mama pulang dan saya tidak ada umur, saya minta maaf," ucap Kartini menirukan kalimat yang disampaikan Pegi kepada dirinya.
Kepada Kartini, Pegi juga mengutarakan kalimat yang makin membuat ibunya tidak bisa membendung air matanya.
Ia menyatakan tidak akan pernah mengakui perbuatan yang memang tidak pernah dilakukan dan dituduhkan.
Pegi malah mengungkap bahwa pelaku yang sebenarnya adalah anak dari seorang yang memiliki pangkat yang merupakan kaum berada.
"Saya rela dan ikhlas Ma jadi tumbal anak orang yang berpangkat. Saya nggak apa-apa mati syahid menanggung dosa orang yang punya. Saya orang nggak punya," lanjut dia.
Sebagai seorang ibu, hati Kartini yang mendengar ucapan Pegi itu pun seperti tersayat-sayat dan tak mampu menahan air matanya.
"Gimana hati seorang ibu, saya peluk anak saya sampai nangis saya," ujar Kartini.
Kartini juga terus berusaha menguatkan hati Pegi agar jangan sampai menyerah meski permasalahan yang dihadapi begitu berat.
"Aku bilang, jangan ngomong begitu, Allah Maha Tahu, Allah Maha Besar, Allah Maha Mendengar apa yang tidak pernah kamu lakukan," katanya.
3 Bulan Ada di Bandung
Sementara, dikutip Pojoksatu.id dari kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi, Kartini mengungkap bahwa Pegi Setiawan tidak ada di Cirebon saat pembunuhan Vina dan Eki terjadi.
Saat peristiwa pembunuhan Vina Cirebon pada 27 Agustus 2016, Pegi tengah bekerja sebagai kuli bangunan di Bandung bersama ayahnya.
"Pegi waktu itu ada di Bandung kerja sama bapaknya. Bener (tidak di Cirebon), pak, demi Allah saya tidak berbohong," beber Kartini.
Kartini juga mengungkap bahwa saksi yang mengetahui dan bersama Pegi di Bandung juga cukup banyak.
"Bapaknya ada, adik saya ada, adiknya Pegi ada, keponakan saya ada, tetangga (yang bekerja bersama Pegi saat itu) pun ada," ungkap dia.
Dia menyebut bahwa jauh sebelum kejadian dan setelah kejadian, Pegi juga masih ada di Bandung, bukan Cirebon.
"Sebelum kejadian Pegi sudah di Bandung 3 bulan belum pulang, saksinya banyak," tegas Kartini.
Kartini lantas diminta untuk menyebutkan satu per satu orang yang siap dan bisa dijadikan untuk memperkuat bahwa Pegi tidak di Cirebon saat kejadian.
"Suami saya, adik saya, ada adiknya Pegi yang tidak sekolah itu (namanya Robi), ada keponakan saya, terus tetangga yang kerja bareng Pegi waktu itu," tuturnya.
Kartini juga memastikan bahwa saksi-saksi tersebut bersedia dan siap diambil keterangannya di bawah Alquran.
"Berani," tegas Kartini.
Keterangan Kartini ini sejalan dengan kesaksian salah seorang tetangga dekat Pegi Setiawan di Cirebono, Melan, sebagaimana dalam video yang beredar luas di Facebook.
Melan mengungkap, saat peristiwa kejam dan sadis pada 2016 itu, Pegi tidak ada di kampung halamannya.
Pegi Setiawan disebut Melan saat itu sudah merantau bersama ayahnya sejak 2014.
"Pas kejadian kasus Vina nggak ada di sini, dia (Pegi) merantau. Dari 2014 dia sudah merantau," ungkap Melan.
Sejak merantau itulah, Pegi sudah sangat jarang sekali pulang ke rumahnya di Cirebon.
"Merantaunya ke Bandung. Kalau nggak salah ikut bapaknya. Karena posisinya sudah pisah sama ibunya, jadi dia ikut bapaknya," ucap dia.
Pernyataan Polda Jawa Barat
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Jules Abraham Abast memastikan bahwa sosok yang ditangkap ditangkap di Jalan Kopo, Kota Bandung itu bernama Pegi Setiawan.
"Tersangka PS diduga sebagai otak kasus pembunuhan disertai pemerkosaan yang terjadi 8 tahun silam," kata Jules kepada wartawan, Kamis 23 Mei 2024.
Saat ditangkap, Pegi tengah dalam perjalanan pulang usai bekerja sebagai kuli bangunan di kawasan Kopi.
Jules menyebut, polisi juga sempat kesulitan untuk melacak keberadaan sosok yang sangat dicari-cari dalam kasus Vina Cirebon itu.
Sebab selama ini Pegi selalu berpindah-pindah tempat untuk menghilangkan jejak dan agar tidak terendus polisi.
Selain Bandung, Jules menyebut Pegi juga sempat bersembunyi dan pulang ke Cirebon.
Selama pelarian dan persembunyiannya itu, agar tidak terlacak, Pegi mengubah namanya menjadi Robi.
"Dia berganti nama. Panggilan di tempat kerja (kuli bangunan) mengaku bernama Robi," beber Jules.***



.webp)
