POJOKSATU.id, JAKARTA-- PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) membalikkan kerugian yang dialami pada 2022 menjadi laba senilai Rp 1,512 miliar. Lini bisnis media akan diperkuat dengan penerapan single brand.
PT Tempo Inti Media membukukan kinerja positif sepanjang 2023 dengan meraih pendapatan sebesar Rp 216,8 miliar atau tumbuh Rp 5,7 miliar (2,7 persen) dari pendapatan 2022 yang sebesar Rp 211,1 miliar.
Kenaikan itu membuat perseroan berhasil membalikkan kerugian senilai Rp 1,17 miliar yang dialami pada 2022 menjadi laba senilai Rp 1,512 miliar pada 2023.
Kenaikan pendapatan disumbang oleh kenaikan pendapatan sirkulasi dan iklan Majalah Tempo sebesar Rp 8,4 miliar, Tempo.co Rp 5,7 miliar, penyelenggara acara Rp 11 miliar, jasa rumah kreatif Rp 1,8 miliar, TV Tempo Rp 0,2 miliar, dan Rombak Media Rp 8,9 miliar.
Baca Juga: Karyawan Polo Minta Keadilan ke Ketua Mahkamah Agung, Demi Hajat Hidup Orang Banyak
Sedangkan penurunan pendapatan terjadi pada barang cetakan Rp 22,2 miliar, sirkulasi dan iklan Koran Tempo Rp 1,4 miliar, dan kertas Rp 6,7 miliar.
Sementara itu, beban pokok penjualan turun sebesar Rp 2 miliar, beban usaha usaha naik Rp 3,2 miliar, dan beban administrasi dan umum naik Rp 5,5 miliar.
Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk. Arif Zulkifli mengatakan, kunci keberhasilan Tempo adalah peningkatan kinerja dan efisiensi biaya dengan tetap mempertahankan produktivitas, menjaga kualitas produk, serta meningkatkan layanan bisnis pendukung.
“Pertumbuhan ekonomi nasional yang baik turut berimbas kepada kegiatan usaha perseroan,” ujarnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tempo di Jakarta, Selasa 21 Mei 2024.
Dia mengungkapkan, laporan tahunan Tempo 2023 mencerminkan kemajuan signifikan dalam kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Pencabutan status pandemi Covid-19 menjadi endemik pada 21 Juni 2023, ucapnya, memberikan dorongan besar bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian.
“Kami juga memberikan apresiasi kepada seluruh karyawan atas kerja keras dan kontribusi dalam membawa Perseroan melewati masa krisis,” katanya.
Transformasi dalam penyajian berita akan menjadi fokus Tempo ke depan. Arif menuturkan, Tempo terus mengembangkan berbagai konten video dan podcast untuk menyajikan berita dengan cara yang lebih menarik dan mudah diakses. Ia mencontohkan program Bocor Alus Politik yang sukses menarik minat jutaan penonton di YouTube.***




