POJOKSATU.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang membangun dua kapal riset nasional untuk memperkuat armada penelitian di perairan dalam Indonesia.
Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN, Nugroho Dwi Hananto, mengungkapkan bahwa kedua kapal ini sedang dalam proses tender internasional terbuka.
Satu kapal dirancang untuk penjelajahan samudera dengan kemampuan mencapai kedalaman 10 ribu meter.
Sementara yang lainnya ditujukan untuk riset di pesisir, termasuk muara sungai, teluk, dan landasan benua.
BRIN menargetkan empat tema utama dalam riset mereka.
Baca Juga: BRIN Temukan Echidna Paruh Panjang Attenborough, Satwa yang Telah Menghilang 62 Tahun Lalu
Pertama, geosains kelautan untuk studi aktif mengenai bawah laut, termasuk sumber daya mineral, minyak dan gas bumi, gunung api bawah laut, dan potensi tsunami.
Kedua, studi interaksi laut-atmosfer dan oseanografi, termasuk pengaruh kolam air dan atmosfer serta dampaknya pada iklim regional dan global.
Ketiga, riset biodiversitas dan pengukuran stok ikan. Dan keempat, pemetaan dasar laut (hidrotropi).
Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Mego Pinandito, menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan kapal riset yang canggih untuk mendukung kegiatan riset di laut dalam.
Baca Juga: BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional yang Diharapkan Mampu Majukan Indonesia
Untuk itu, BRIN sedang mengupayakan pengadaan dua kapal riset baru ini sebagai langkah untuk memperluas kemampuan riset kelautan di Indonesia.
BRIN juga sedang menjalankan program kerja sama pemerintah dengan badan usaha untuk pengelolaan dan pembangunan armada kapal riset nasional.
Program ini bertujuan mengembangkan bisnis riset industri pesisir, laut, dan samudera yang berbasis pada kapal riset.
BRIN mengundang komunitas riset Indonesia, termasuk ilmuwan, universitas, industri, dan pihak terkait lainnya.***


.webp)
