POJOKSATU.id - Pesawat model Cessna bernomor PK-IFP 172 jatuh di Lapangan Sunburst, BSD, Tangerang Selatan disertai dentuman keras yang terdengar warga sekitar.
Meski tidak terbakar, badan pesawat hancur dan menimbulkan asap hitam yang membumbung. Insisden pesawat jatuh jenis latih dilaporkan terjadi pada Minggu (19/5/2024), sekitar pukul 14.30 WIB itu.
Diketahui, pesawat tersebut ditumpangi oleh tiga orang yang terdiri dari satu penerbang, satu teknisi (engineer) dan satu penumpang.
Baca Juga: Tragedi Kecelakaan Pesawat Merenggut Nyawa Christian Oliver dan Kedua Putrinya di Karibia
"Pesawat PK-IFP dengan 3 orang onboard, yaitu 1 penerbang, 1 engineer dan 1 penumpang dan saat ini masih dalam proses evakuasi di lokasi," kata Jubir Kemenhub Adita Irawati
Namun ditegaskan pesawat yang jatuh tersebut bukan berasal dari sekolah penerbangan Curug, tetapi milik Perkumpulan Penerbang Indonesia.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan jatuhnya Pesawat Cessna keluaran 2006 adalah milik Indonesia Flying Club (Perkumpulan Penerbang Indonesia).
Baca Juga: Kuasa Hukum : 8 Tersangka Kasus Vina Cirebon Salah Tangkap
Penjelasan rinci kecelakaan udara ini ditindaklanjuti dengan berkoordiasi bersama Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Inspektorat Penerbangan dari Ditjen Perhubungan Udara serta kepolisian setempat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menjelaskan pesawat tersebut mulanya take off dari Bandara Pondok Cabe pada pukul 11.36 WIB.
Pesawat tersebut lalu mendarat di Tanjung Lesung Bandara Salakan Negara. Saat di lokasi tersebut, pihak pesawat memberikan informasi akan melakukan take off kembali pada pukul 13.10 WIB dan dijadwalkan kembali mendarat di Pondok Cabe.
Nahas, pesawat sempat hilang kontak sekitar pukul 13.43 WIB sebelum akhirnya jatuh di kawasan BSD, Tangerang Selatan dan menewaskan tiga orang penumpangnya.
Basarnas mengungkap tiga awak pesawat korban insiden tersebut. Teridentifikasi pilot atas nama Pulung Darmawan, Co-Pilot Mayor Purnawirawan Suwanda dan seorang engineer bernama Farid Ahmad.
Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. ***




