POJOKSATU.id - Ugiek Susilawati merupakan perempuan inspiratif yang mengabdikan dirinya dalam hal pelestarian alam.
Pendidikan yang ditempuhnya tidaklah mudah, ia merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 1987-1992, di Fakultas Kehutanan, Jurusan Manajemen Hutan.
IPB University banyak membentuk pribadinya untuk cinta pada alam dan lingkungan. Di saat perkuliahan itu juga, ia mulai memahami keadaan iklim dan lingkungan yang semakin memburuk di dunia.
Baginya, kerusakan alam dan lingkungan merupakan fenomena bahaya yang harus diselamatkan, bukan oleh generasi tua yang telah terlambat, tapi dengan memberikan mindset cinta lingkungan pada anak usia 5-12 tahun, karena ia yakin bahwa lingkungan adalah soal ketahanan hidup manusia puluhan bahkan ratusan tahun ke depan.
Perempuan hebat satu ini memiliki background karir yang sangat cemerlang, tahun 1992 ia bekerja sebagai konsultan kehutanan, 2004-2008 ia menjadi pengajar di Sekolah Alam Bojong Kulur.
Tak hanya itu, ia juga seorang pebisnis retail direct selling, dan sampai saat ini perjuangan sekaligus karirnya masih berfokus pada sekolah alam yang ia dirikan sendiri.
Sekolah Alam Bambu Item (SABIT) adalah Lembaga Pendidikan pengenalan pada alam, merupakan karyanya yang sampai saat ini masih bergerak.
Ia membangun SABIT dengan tujuan memberikan pendidikan ke anak-anak untuk cinta pada alam, mengenal Allah sebagai sang pencipta, dan pembentukan karakter leadership pada tiap anak.
SABIT kini sukses menjadi sekolah alam yang terkenal dan memberikan dampak besar di kota Bogor.
Sebagai founder, ia berhasil memajukan mindset anak-anak usia SD untuk cinta pada lingkungan, dengan membekali pengetahuan akademik langsung di alam terbuka.
Ugiek Susilawati juga mengembangkan kualitas informasi mengenai SABIT dengan memanfaatkan sosial media instagram dan juga website, sehingga informasi mengenai SABIT lebih mudah dijangkau di internet.
Bahkan awalnya wilayah SABIT merupakan tanah galian yang tidak subur, kemudian dimanfaatkan dan sekarang menjadi subur.
Saat ini, dengan gigihnya perjuangan, SABIT telah memiliki satu gedung utama yang lengkap dengan fasilitas lapangan basket dan kolam ikan.
Di daerahnya, ia terkenal sebagai aktivis lingkungan dan alam yang berjuang lewat pendidikan anak. Ugiek juga seorang yang memiliki banyak kemampuan, yang menunjukkan bahwa dirinya juga sosok yang cendekiawan, Ia mampu menulis dan menyanyi. Bahkan ia juga sempat menjadi pembicara dalam Podcast Aksi Nyata Perindo.
Pada tahun 2000-2020, sosok ibu pecinta alam ini juga pernah bekerja di perusahaan NuSkin, sebuah perusahaan yang menjual produk kesehatan dan kecantikan sebagai retail direct selling.
Kesuksesan nya sebagai perempuan pebisnis serta founder sekolah alam, tidak lain karena kegigihan dan kekuatannya menghadapi segala tantangan, ia meyakini bahwa perjuangan sekecil apapun, dan rintangan sebesar apapun pasti akan menghasilkan.
Dengan demikian, ia tidak pernah menyerah menghadapi kehidupan, hal ini dapat dicontoh dari prinsip dan motto hidup nya yang ia tulis di laman facebook nya “ It’s never to surrender”.***




