POJOKSATU.ID- Arus mudik 2024 dengan menggunakan sepeda motor maupun mobil di Jalan Duren Sawit Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, masih terlihat masih signifikan, Jumat 5 April 2024
Meski begitu, jumlah arus mudik 2024 tersebut tidak seberapa jika dibandingkan dengan angka pada malam hari.
Seperti yang terjadi pada Kamis pagi hingga sore hari, volume kendaraan arus mudik 2024 masih relatif normal.
Namun menjelang malam hari terjadi penambahan volume kendaraan, baik motor maupun mobil," ungkap Kepala Unit Lalu Lintas (Kanit Lantas) Polsek Duren Sawit Iptu Aril di pertigaan Raden Inten, Jalan Raya Kalimalang, Jumat 5 April 2024.
Baca Juga: Pelaku Korupsi Ruang Praktik Siswa SMKN 1 Gomo Nias Selatan Dijatuhi Hukuman 15 Bulan Penjara
Dengan kata lain, lebih banyak pengendara sepeda motor dan mobil yang pulang kerja dibandingkan orang yang pulang kampung.
"Masih bercampur dengan aktivitas warga yang pulang kerja, termasuk warga Bekasi yang pulang kerja dari Jakarta," ucapnya.
"Tapi memang ada beberapa motor dan mobil yang melintas untuk mudik. Itu terlihat dari barang bawaannya," sambungnya..
Diperkirakan arus menjelang tengah malam akan semakin padat karena pemudik yang menggunakan sepeda motor menghindari berangkat pada pagi atau sore hari saat cuaca panas terkadang hujan, atau menghindari kemacetan lalu lintas.
Diprediksi puncak arus mudik di Jalan Raya Kalimalang terjadi pada H-4 atau H-3 lebayran (Sabtu dan Minggu).
Baca Juga: Kapolres Madina Sambut Bus Rombongan Mahasiswa Jakarta Peserta Mudik Gratis dari Kapolri
Namun, dirinya mengimbau kepada pemudik yang menggunakan sepeda motor agar tidak melebihi kapasitas dua orang untuk menjaga keselamatan pengendara di jalan saat mudik.
"Saya ingatkan agar pemudik yang menggunakan sepeda motor tidak membawa barang bawaan melebihi kapasitas dan tidak berboncengan melebihi dua orang untuk menghindari kecelakaan," tegasnya.
Hingga saat ini, pihaknya belum melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan karena arus lalu lintas di Kalimalang belum mengalami kemacetan.
"Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan cara pengalihan arus bila nantinya terjadi kemacetan panjang," jelasnya.



