POJOKSATU.id, BEKASI—Kebakaran gudang amunisi milik TNI atau Kodam Jaya di kawasan Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jabar, terdengar hingga radius 3 kilometer.
Suara duarrr atau ledakan seperti bom dari Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya ini menyebabkan ratusan warga harus mengungsi dari rumahnya.
Warga yang tinggal di RT 01 RW 06 Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, yang hanya berjarak 1 kilometer dari lokasi kebakaran dan ledakan Gudmurah Kodam Jaya, mengaku suara ledakan seperti bom dan membuat takut masyarakat.
Baca Juga: Deretan Foto-foto Gudang Amunisi Armed Bekasi Terbakar, Ada Teriakan Kaget Allohu Akbar
Mendengar suara ledakan tersebut, membuat puluhan masyarakat langsung berlarian dan menyelamatkan diri masing-masing.
Salah satu warga RT 01 RW 06 Kelurahan Cikiwul, Bantargebang, Suryadi, mengatakan, kejadian kebakaran dan juga ledakan terjadi pada saat azan magrib atau berbuka puasa.
"Tadi pas bedug Maghrib pas saya selesai buka puasa, pertama awalnya kecil, terus saya keluar sudah terang akibat kebakaran dan ledakan. Akhirnya saya kabur menyelamatkan diri," jelas Suryadi, Minggu 31 Maret 2024.
Dia menerangkan, kalau ledakan yang terjadi di gudang membuat getaran pada rumahnya tersebut dan membuat kepanikan masyakarat.
"Panik banget, rame banget di situ orang pada lari saya tinggalin juga itu pintu masih kebuka," tutur dia.
Dirinya menjelaskan, kalau anak dan juga isterinya mengungsi ke rumah kakaknya yang berada di wilayah Ciangsana, Kabupaten Bogor.
Kebakaran dan juga ledakan di Gudmurah Kodam Jaya, yang terjadi pada di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, terdengar hingga radius 3 kilometer.
Ketua RT 06, Kelurahan Cikiwul, Apet Mustofa menerangkan, ledakan tersebut membuat perumahan masyakarat terdampak.
"Ya gak ada yang pecah sih. Cuma jendela katanya ada yang terkelupas, mocel ada. retak-retak katanya ada," ucap Apet, kepada awak media, Sabtu 30 Maret 2024.
Apet menerangkan, sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman, karena banyak ledakan di lokasi kejadian.
"Ngungsi karena takut ada yang meledaknya keluar," jelas dia.
Apet mengaku, kejadian ledakan dan juga kebakaran di Gudang Peluru Ciangsana baru pertama kali terjadi di wilayahnya tersebut.***




