POJOKSATU.id, BANDUNG—Letjen Purn Solihin GP meninggal dunia di usia 97 tahun di RS Advent Bandung, Selasa, 5 Maret 2024, pukul 03.09 WIB.
Solihin dikenal masyarakat Indonesia sebagai Gubernur Jabar yang sangat dekat dengan masyarakat, khususnya petani. Solihin dikenal sebagai pejabat yang memunculkan istilah padi Gogo Rancah.
Solihin merupakan Mantan Gubernur Jawa Barat periode 1970-1975.
Almarhum Solihin GP tutup usia saat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Bandung, tepatnya di RS Advent Bandung.
Baca Juga: Aliansi Caleg Dapil 8 DKI Jakarta Endus Adanya Kecurangan di Pemungutan Suara oleh Rekan Satu Partai
Solihin GP pernah terbaring sakit dan dilarikan ke RS Advent, Bandung pada 4 Juni 2017. Diagnosa dokter, Solihin GP terkena serangan stroke saat itu.
Kabar meninggalnya Solihin Gautama Purwanegara atau Solihin GP dibenarkan oleh jurubicara keluarga sekaligus Kabid Infokom Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), Taufan Suranto.
"Innalillahi wainnailaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Letnan Jenderal TNI Purn. H. Solihin GP (Mang Ihin) sesepuh Jawa Barat dan Siliwangi, pejoeang lingkungan dan pendiri Dewan Pemerhati Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) di usai 97 tahun pada hari Selasa, 5 Maret 2024 jam 03.09 WIB di RS Advent Bandung," kata Taufan, Selasa (5/3).
Baca Juga: Prediksi Real Sociedad vs PSG Liga Champions 6 Maret: Misi Sulit Tuan Rumah
"Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan, Aamiin YRA," imbuhnya.
Solihin GP tidak hanya dikenal sebagai pejabat pemerintah dan militer. Selama bertugas dia sangat dekat dengan masyarakat, khususnya petani.
Istilah padi Gogo Rancah menempel pada Solihin GP, lantaran menjadi solusi mengatasi krisis pangan di Indramayu, Jawa Barat.
Selain pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, suami dari Maryam Harmain tersebut, juga pernah dipercaya menjadi Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Makassar 1964-1968, Gubernur Akabri Umum dan Darat Magelang 1968-1970, dan Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan (Sesdalobang) 1977-1992 atau setara Kepala Staf Presiden (KSP) saat ini.***




