POJOKSATU.id - Tahun 2024, Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI akan mengimplementasikan cukai Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK).
Meski masih terus digodok dan diharapkan bisa dijalankan pada tahun ini, maka ada beberapa emiten yang akan terkena dampaknya.
Tim CNBC Indonesia Research pun mencatat setidaknya ada empat emiten yang berpotensi menerima efek dari cukai MBDK.
1. PT Ultra Jaya Tbk (ULTJ)
Produsen minuman berpemanis dalam kemasan ULTJ akan mendapatkan efek yang besar karena 94% kontribusi pendapatan berasal dari produk minuman.
Pada produk susu berkontribusi sebesar 74% dan produk teh serta minuman kesehatan berkontribusi sebesar 20% terhadap total penjualan per September 2023.
ULTJ sendiri adalah pemimpin pasar untuk produk susu dan teh RTD dalam kemasan karton. Masing-masing produk memiliki pangsa pasar 34% dan 61%.
Baca Juga: Tahun ini, Minuman Berpemanis dalam Kemasan Akan Dikenakan Cukai oleh Kemekeu
2. PT Kino Indonesia Tbk. (KINO)
Emiten kedua adalah KINO yang memiliki potensi kena dampak cukup besar karena segmen minuman memiliki 56% dari total penjualan perusahaan.
3. PT Indofood Sukses Makmur CBP Tbk (ICBP)
Selanjutnya, PT Indofood Sukses Makmur CBP Tbk atau ICBP. Berdasarkan laporan keuangan pada kuartal III 2023, segmen yang terkait minuman berpemanis kemasan berkontribusi terhadap sekitar 15,64% dari seluruh total pendapatan.
Adapun segmen terkait adalah olahan susu dan minuman yang masing-masing berkontribusi 13,29% dan 2,35% dari total pendapatan.
Baca Juga: 5 Daftar HP yang akan Rilis di Indonesia Awal Januari 2024, Persiapkan dari Sekarang
4. PT Cimory Tbk. (CMRY)
Selanjutnya emiten produsen susu yang berpotensi terkena dampak pengenaan cukai adalah CMRY.
CMRY memiliki segmen olahan susu yang berkontribusi sebesar 47,67% terhadap pendapatan perusahaan.
Besaran dampak kepada masing-masing emiten terhadap adanya cukai terhadap minuman berpemanis dalam kemasan tentu saja akan berbeda-beda tergantung dari strategi yang diterapkan.
Baca Juga: Kasus PPPK Batu Bara 2023 Seret 4 Tersangka, Terbaru Adik Mantan Bupati Periode Lalu
Selain itu sampai saat ini masih belum final golongan produk minuman apa saja yang bisa berpotensi kena dampaknya.
Seperti misalnya apakah produk susu yang berpemanis, namun di satu sisi adalah produk untuk kesehatan.
Banyak faktor yang bisa berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan selain dari sisi cukai, ada juga dari faktor harga bahan baku, inflasi, hingga daya beli masyarakat. ***




