POJOKSATU.ID- Keputusan Mahfud MD bakal melepas jabatan Menko Polhukam di Kabinet Indonesia Maju, dinilai sebagai sikap representasi dari PDI-Perjuangan.

Keputusan Mahfud MD tersebut juga dinilai merupakan sikap lantang dari PDIP yang secara tidak langsung menyatakan perang terbuka dengan Jokowi.

Itu dikarenakan sikap politik Jokowi yang sudah secara terang-terangan berpihak kepada paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Demikian analisa pengamat politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, kepada wartawan, Rabu (31/1/2024).

Baca Juga: Gosip Berpacaran dengan Rizky Irmansyah Mencuat, Nikita Mirzani Ganti Foto Profil Instagram-nya

“Keputusan Mahfud untuk mundur ini juga merepresentasikan sikap PDIP yang saat ini kian lantang menyatakan perang terbuka pada Jokowi,” ujarnya.

Kendati begitu, Umam enggan untuk mengamini apakah hal tersebut merupakan instruksi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Pertanyaan selanjutnya, jika keputusan Mahfud mundur direstui Ketum PDIP Megawati,"

"Lalu apakah 7 pos Menteri dan Wakil Menteri PDIP di kabinet Jokowi saat ini juga akan diminta mundur, ataukah tetap diarahkan untuk bertahan di pemerintahan Jokowi?” imbuhnya.

Baca Juga: Wilayah Perbatasan Kabupaten Cirebon Ingin Prabowo-Gibran Menang 1 Putaran

Menurut Umam, jika kader banteng lain di kabinet tidak mengikuti jejak Mahfud, maka publik meragukan sikap oposisi PDIP terhadap pemerintahan Jokowi.

“Jika ternyata PDIP memilih membiarkan para Menteri dan Wakil Menterinya bertahan di pemerintahan, hal itu mengindikasikan terjadinya inkonsistensi sikap politik PDIP," tuturnya.

"Ini seolah-olah terkesan nyari aman dan nyaman jelang pertempuran politik 2024 ini," tandas Umam.

Sebelumnya, calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD mengumumkan mundur sebagai menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan (Menko Polhukam).

Baca Juga: Polda Sumut Berhasil Menangkap Raja Narkoba, 27 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi Diamankan

Pengumuman itu dilakukan kawasan Danau Tirta Gangga, Seputih Banyak, Lampung Tengah pada Rabu (31/1/2024) siang.

"Maka hari ini saya sudah membawa surat untuk presiden tentang masa depan politik saya," ujar Mahfud seperti yang disiarkan secara langsung kanal YouTube Mahfud MD Official.

Pengunduran diri Mahfud ini merupakan komitmen mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu untuk menjaga independensi selama proses Pilpres 2024.

Dia mengatakan pengunduran diri dari jabatan Menko Polhukam sebenarnya telah dibicarakan sejak dirinya diusung sebagai calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo. ***