POJOKSATU.ID- Habib Rizieq Shihab akhirnya memberikan pencerahan politik terhadap jamaah pengajian ibu- ibu di Majelis Markas Syariah Petamburan.
Dalam ceramahnya itu, Habib Rizieq membahas tentang Pilpres 2024. Ia kemudian mewanti- wanti ibu- ibu agar tetap menghargai pilihan pribadi.
Bahkan, Habib Rizieq menegaskan, jangan sampai karena berbeda pilihan dalam politik, persahabatan dan persaudaraan membuat perpecahan.
Apalagi, pilihan politik merupakan ranah furuuddin bukan ranah usuluddin.
Baca Juga: Gaya Sonny Septian Dicap 'Melambai', Fairuz Bela Sang Suami, Bandingkan dengan Fashion Member BTS
"Ibu tetap punya pilihan nurani. Saya gak cocok. Saya tetap pilih partai lain. Itu hak ibu. Gak boleh ada yang mencaci ibu. Kamu ini sesat, kamu kafir, kamu ini memilih yang tidak didukung ijtima ulama. Gak boleh gitu," kata Habib Riziq dalam ceramahnya dikutip Rabu (31/1/2024).
Habib Rizieq juga menyinggung perbedaan politik dalam kaca mata islam yang dinilai hal yang biasa.
Perbedaan pilihan, kata dia, merupakan hal yang biasa dalam pandangan furuuddin.
"Karena pemilu ini urusan furu bukan urusan usuluddin. Bisa jadi kita berbeda. Maka jangan kaget," tuturnya.
Baca Juga: Mahfud MD Umumkan Dirinya Mundur Siang Ini, Hasto Sebut Sudah Lama Direstui Ibu Mega
Karena itu, Habib Rizieq menyerukan agar umat islam jangan saling menyerang, terlebih jangan saling mengkafirkan bila berbeda pilihan politik.
"Karena dipasangan lain kan ada Kyai juga, ada Habib juga, ada santri juga. Jadi jangan saling mengkafirkan," tuturnya.
Selain itu, mantan petinggi FPI ini juga mengingatkan para ibu- ibu bahwa memilih capres itu adalah hak prerogatif setiap pemilih.
Baca Juga: Bingung Lulus Sekolah Lanjut Kuliah di Mana? Ini Dia 5 Deretan Universitas Terbaik di Indonesia
Karena setiap pasangan calon presiden saat ini semuanya beragama islam.
"Gak Habib saya mau ke 02 atau saya mau ke 03. Itu hak ibu. Gak boleh saya paksa. Gak boleh. Ibu awas kalau milih sana, kualat. Gak boleh. Calonnya semua muslim," tegasnya.
"Pilih siapa saja. Tapi saya hanya mengajak. Yuk kita ikuti putusan Ijtima Ulama," tutur Habib. ***



