POJOKSATU.id - Gempa kabupaten Sumedang menyebabkan sejumlah bangunan rumah dan fasilitas umum rusak.

Pemkab Sumedang mencatat ada 1.004 bangunan mengalami kerusakan akibat rentetan bencana gempa (sebelumnya data BPBD Jabar ada 409 bangunan).

Bangunan yang rusak itu tersebar di delapan kecamatan yakni Kecamatan Sumedang Selatan, Sumedang Utara, Cimalaka, Ganeas, Cisarua, Tanjungkerta, Tanjungmedar, dan Rancakalong.

Baca Juga: Dampak Sistem Single Salary, Guru ASN Untung atau Malah Buntung?

"Jumlah rusak ringan ada 808 rumah. Kemudian yang rusak sedang ada 93 rumah dan yang rusak berat ada 103 rumah, itu berdasarkan kajian teman-teman di lapangan, perangkat kecamatan dan perangkat desa," kata Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman, di RSUD Sumedang, pada Selasa (2/1).

Data bangunan yang telah dihimpun oleh Pemkab Sumedang, selanjutnya akan diverifikasi oleh BNPB. Bangunan yang mengalami rusak berat hingga ringan akan diberi bantuan.

"Jadi warga masyarakat tetap tenang dan percayakan pada kami dengan catatan kami akan verifikasi, agar akuntabel. Nah, bagi yang biasa-biasa saja atau tidak masuk kategori rusak ringan, nanti kami akan perhatikan juga," ucap dia.

Baca Juga: Ternyata Guru Honorer Madina Belum Lapor ke Ombudsman Sumut : Laporan Itu Cukup Penting

Sementara itu, lanjut Herman, tercatat pula ada 11 warga Sumedang yang mengalami luka ringan akibat gempa.

"Saat ini 1 warga masih menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan 10 lainnya sudah pulang kembali ke rumahnya masing-masing. Dia pun memastikan kondisi bangunan RSUD Sumedang aman untuk ditinggali oleh pasien, " jelasnya.

Untuk RSUD yang rusak ada tiga bangunan yaitu VIP, kemudian paviliun, dan sakura.

Baca Juga: Pemkab Sumedang Tetapkan Masa Darurat Bencana Gempa Bumi Hingga Tanggal 7 Januari 2023

"Dan itu sudah dilakukan asesmen oleh dinas PU Kabupaten Sumedang bersama BPBD. Hasilnya, ketiga bangunan itu aman, begitupula bangunan yang lainnya di RSUD aman," ujar dia.

Ditegaskannya,bahwa Sumedang dalam keadaan aman dan terkendali.

"Ya tetapi kita harus waspada, waspada, dan waspada, " paparnya.

Sebelumnya, gempa susulan kembali terjadi di Sumedang pada Senin (1/1) dengan kekuatan 4,4 Magnitudo serta kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada 4 kilometer sebelah Utara Kabupaten Sumedang ***