POJOKSATU.ID- Sejumlah aktivis dan pegiat sosial yang tergabung dalam Forum Komunikasi Muda Manggarai Barat meminta para pasangan capres-cawapres yang bertarung di Pilpres 2024 memiliki komitmen yang kuat untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.
Mereka mendorong agar para aktivis yang masuk ke tim pemenangan masing-masing pasangan capres-cawapres harus membuat kontrak politik agar dalam tahun pertama kepemimpinan capres yang menang harus menuntaskan kasus pelanggaran HAM.
"Saya minta dari Labuan Bajo, Manggarai Barat, kepada seluruh aktivis yang saat ini berada di belakang Prabowo, di belakang Anies, dan di belakang Ganjar, buat komitmen bersama calon presiden Anda, supaya kalau Anda terpilih, setahun pertama, tuntaskan masalah ini," kata aktivis sekaligus pegiat sosial, Iron Hambut, Kamis (21/12/2023).
Baca Juga: Wajib Baca! Daftar Caleg DPRD Kabupaten Majalengka 2024 dari Partai Hanura
Termasuk, kata Iron, Prabowo Subianto sebagai capres juga harus mempunyai komitmen menyelesaikan masalah HAM tersebut.
Meskipun, kata dia, nama Prabowo sering disebut-sebut dan diduga terlibat salam kasus penculikan sejumlah aktivis dulu.
"Biar Prabowo juga kalau Prabowo menang, Prabowo tidak dihantui ini terus. Kan gitu, supaya sejarahnya, Indonesia tidak hidup dalam penasaran, benar nggak ini. Kalau bangsa ini mau jadi besar, jadilah bangsa yang jujur, harus mengatakan itu salah, ya salah," tegas Iron.
Baca Juga: Mengenal Sosok Ayesha Raya Efendi, Korban Bunuh Diri Satu Keluarga di Malang, Peraih Juara 1 Lomba Menari
Lebih lanjut, Iron meminta agar kasus pelanggaran HAM berat ini tidak bisa dikaitkan dengan Pilpres 2024 semata.
Sebab dalam buku hitam Prabowo Subianto yang hadir saat ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sejarah gelap yang belum selesai.
"Yang mau saya bilang sebenarnya ini bukan soal pemilu saja, ada kewajiban kita semua, yang mengatakan bahwa oh Indonesia ini punya sejarah gelap yang belum selesai," ungkapnya.
Baca Juga: Cara Mudah Bikin Cincin dari Manik-manik, Bisa Jadi Ide Jualan!
Iron juga mengimbau kepada generasi milenial dan Gen Z agar agar pandai- pandai memilih capres yang tidak bermasalah dalam hukum, utamanya dalam kasus pelanggaran HAM.
"Generasi milenial dan generasi Z harus paham persoalan ini bahwa ada persoalan hak asasi manusia yang belum terselesaikan," pungkas Iron.
Diketahui, Buku Hitam Prabowo Subianto, Sejarah Kelam Reformasi yang ditulis oleh aktivis 98 Azwar Furgudyama dan buku tersebut telah dilaunching bertepatan dengan Hari HAM Internasional di Jakarta, Minggu, 10 Desember 2023.
Baca Juga: Celtics Menang Telak 144-119 atas Sacramento Kings dalam Pertarungan NBA Meskipun Tanpa Tatum
Terdiri dari tujuh bab, bagian awal buku ini mengulas penculikan aktivis, kerusuhan Mei 1998 dan bagaimana dugaan keterlibatan Prabowo, upaya Prabowo melakukan kudeta terhadap Presiden B.J Habibie serta jejak kelamnya di Timor-Leste dan Papua.
Buku ini juga mengelaborasi mengapa Prabowo menjadi ancaman bagi masa depan demokrasi Indonesia dan apa yang sedang dipertaruhkan jika ia menjadi presiden.
Penulis buku, Azwar mengatakan buku ini menjadi pengingat penting bahwa Prabowo yang kini menjadi salah satu calon presiden berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka, memiliki jejak hitam dalam pelanggaran HAM.
Baca Juga: Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru 2023 22 Desember, Cek SSCASN Link Rekap Nilai Murni dan Afirmasi
“Kita tidak bisa mengabaikan jejak masa lalunya, untuk bisa lebih jelas menilai apakah ia layak untuk memimpin bangsa ini atau tidak. Kita tidak boleh hanya terpukau dengan tampilan artifisial, seperti narasi 'gemoy', yang ramai belakangan dalam rangka merebut hati pemilih,” tegas Azwar. ***



