POJOKSATU.id - Dalam era perubahan energi global, revolusi harga listrik dengan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) Bersaing dengan Batu Bara di Indonesia.

Adanya potensi tersebut membawa kita merenungi transformasi signifikan dalam dinamika penyediaan energi di Indonesia.

Memasuki era baru di mana harga listrik dari sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) semakin menantang dominasi energi fosil, seperti batu bara, membawa angin segar dalam penyelesaian krisis energi listrik.

Baca Juga: Wuling Mengklaim Pemesanan Mobil Listrik BinguoEV Telah Capai 1.000 Unit

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menggambarkan perubahan dramatis dalam persaingan antara EBT dan batu bara dalam hal harga listrik, membuka peluang besar bagi Indonesia dalam mencari solusi energi berkelanjutan.

Penurunan harga listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) bukan hanya perubahan dalam ekonomi energi, tetapi juga menjadi katalisator penting bagi pertumbuhan industri EBT di Indonesia, memberikan dorongan baru untuk menggali potensi energi yang ramah lingkungan.

Saat ini, harga listrik dari energi baru terbarukan (EBT) semakin terjangkau, mengubah dinamika persaingannya dengan energi fosil seperti batu bara.

Di masa lalu, harga listrik dari EBT pernah tinggi pada 2015, tetapi kini mengalami penurunan signifikan.

Baca Juga: Keramik Pendingin, Solusi Hemat Energi untuk Bangunan

Menurut Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, EBT mampu bersaing dengan batu bara dalam hal harga.

Hal ini memberi harapan besar bagi Indonesia dalam mengatasi krisis energi listrik.

Upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil semakin terwujud dengan penurunan harga listrik dari EBT.

Perubahan ini menjadi pemicu penting bagi pertumbuhan industri EBT di Indonesia. Dengan semakin terjangkaunya harga listrik dari sumber energi terbarukan, negara ini memiliki kesempatan besar untuk mengeksplorasi lebih lanjut alternatif energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.***