POJOKSATU.ID- Polres Metro Jakarta Selatan masih kesulitan mengungkap motif Panca Darmansyah, pelaku yang melakukan pembunuhan terhadap 4 anaknya di Jakarta Selatan.
Untuk mengungkap motifnya itu, pihak kepolisian menggunakan scientific crime investigation.
"Sementara (motif) masih kami dalami, untuk saat ini kami bekerja. Izinkan kami gunakan scientific crime investigation," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro, Sabtu (9/12/2023).
Baca Juga: Pesona Puncak Masalili Muna Dengan Ketinggian 30 Meter
Kendati masih kesulitan mengungkap motif pelaku, penyidik sudah menetapkan tersangka Panca Darmansyah terkait kasus pembunuhan.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 juncto Pasal 340 KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman mati atau maksimal seumur hidup.
Selain itu, penyidik membeberkan kekejaman Panca Darmansyah dalam menghabisi nyawa 4 anaknya.
Dia membekap mulut anaknya satu per satu selama 15 menit sampai tewas. Aksi keji Panca ini dilakukan dari anak yang paling kecil duluan.
Baca Juga: Google Rilis Aplikasi Gemini Al, Berikut Keunggulannya
Anak umur 1 tahun inisial AS duluan tewas, lalu disusul si kakak AR usia 3 tahun.
Kekejaman Panca Darmansyah terus berlanjut, dia lalu membekap mulut anaknya usia 4 tahun berinisial SP dan terakhir membekap mulut anaknya usia 6 tahun inisial VA.
Sesudah tewas, keempat anak Panca dan istrinya Devnisa Putri lalu dibaringkan berjejer di atas kasur kamar mereka di Jagakarsa.
"Dimulai yang pertama anak yang paling kecil, anak korban inisial A umur 1 tahun, dilanjutkan anak korban inisial A juga umur 3 tahun," tuturnya.
Baca Juga: SUDAH RESMI Cek SSCASN Pengumuman Kelulusan PPPK 2023 9 Desember 2023, Cek Daftar Nama dan Penempatan
"Selanjutnya anak korban yang ketiga umur 4 tahun dan terakhir anak korban yang tertua umur 6 tahun," tandasnya lagi.
Sebelumnya Dokter Forensik Polri sudah rampung melakukan pemeriksaan toksikologi terhadap 4 jasad bocah yang meninggal di rumah kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Pemeriksaan toksikologi itu guna untuk memastikan ada tidaknya kandungan racun di dalam tubuh para korban.
"Hasilnya sudah dikirim ke ke Puslabfor Polri ya," kata Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Pol Hariyanto kepada wartawan, Jumat (8/12/2023).
Baca Juga: Akui Debat Perdana Bakal Diserang Isu Fitnah Putusan MK dan HAM, TKN 02 Terapkan Strategi Ini
Brigjen Pol Hariyanto tak membeberkan hasil pemeriksaan toksikologi tersebut. Namun ia pastikan pemeriksaan toksikologi itu, nantinya akan mengetahui penyebab kematian 4 bocah tersebut.
"Itu untuk memastikan penyebabnya matinya korban apa karena racun-racun atau tidak," tuturnya.
Dari hasil Tim Forensik Polri, 4 bocah ternyata sudah meningga sejak 3 sampai 5 hari.
Itu diketahui, karena kondisi jenazah 4 bocah itu sudah membusuk dan warna kulit 4 jenazah sudah menghitam karena jangka waktu meninggalnya sudah terbilang lama.
Baca Juga: PLN Libatkan LMDH dalam Reforestasi Kawasan Hutan di Sekitar PLTA Upper Cisokan
"Kematian diperkirakan 3 sampai 5 hari, karena sudah ada pembusukan," ujarnya.
Jenderal bintang satu ini juga menuturkan, dari hasil pendalaman diduga kematian 4 bocah itu bersamaan.
Kendati demikian, Brigjen Pol Hariyanto belum bisa membeberkan motif pelaku Panca Darmansyah melakukan pembunuhan terhadap 4 anaknya itu.
Selain itu, Brigjen Pol Hariyanto menuturkan, penyildik menemukan adanya luka lebam di mulut dan di hidung 4 bocah tersebut.
Baca Juga: Kejam Sekali Cara Bunuh Anaknya, Panca Darmansyah Bekap Mulutnya 15 Menit Sampai Tewas Pakai Tangan
Diduga luka lebam itu menjadi penyebab kematian 4 jenazah tersebut.
"Lebamnya jelas kelihatan. Jadi perlu pemeriksaan lanjutan ya," tuturnya. ***



